Thowilus menegaskan bahwa dapur SPPG Proppo Pangorayan bukan milik salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Pamekasan sebagaimana informasi yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, operasional SPPG Proppo Pangorayan berada di bawah naungan Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Mubtadiin yang menjalankan pelayanan sesuai ketentuan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ungkapnya.
Dari sisi operasional, Thowilus memastikan dapur SPPG Proppo Pangorayan telah memenuhi berbagai persyaratan pendukung, mulai dari Sertifikat Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), tenaga chef bersertifikat, hingga relawan yang telah mengikuti pelatihan penjamah makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah memiliki Sertifikat Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), tenaga chef bersertifikat, serta seluruh relawan yang telah mengikuti pelatihan penjamah makanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dapur juga didukung fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), alat pengering ompreng, dan water heater guna menjaga kebersihan serta keamanan proses pengolahan makanan.
Di akhir keterangannya, Thowilus menyampaikan permohonan maaf apabila menu yang disajikan pada hari tersebut dinilai kurang diminati oleh sebagian penerima manfaat. Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya sebagai Kepala SPPG memohon maaf apabila menu yang kami sajikan kurang diminati oleh penerima manfaat. Kami akan terus berkomitmen melakukan evaluasi agar dapat memberikan pelayanan yang baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat,” pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2

























