Selain masalah menu dan porsi, teguran juga diberikan terkait kualitas makanan. Hariyanto mengingatkan agar seluruh dapur MBG di Pamekasan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, mulai dari tahap penyiapan bahan, kebersihan peralatan, hingga proses penyajian kepada penerima manfaat.
“Untuk sementara kami diwajibkan memantau dan mengoordinasikan penyaluran menu MBG dari seluruh SPPG di Pamekasan,” imbuhnya.
Hariyanto menambahkan, teguran itu dikeluarkan setelah pihaknya melakukan monitoring lapangan dan menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait penyajian makanan yang dinilai tidak layak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau ada laporan dari masyarakat, langsung kami tindak lanjuti. Kami ingin agar segera dilakukan perbaikan oleh masing-masing SPPG,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa ahli gizi turut dilibatkan dalam proses pengawasan makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
“Ahli gizi membantu kami menjaga kualitas makanan agar aman dan layak dikonsumsi oleh siswa,” katanya.
Hariyanto menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan seluruh dapur MBG di Pamekasan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima program. (*)
Halaman : 1 2

























