SAMPANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Fadilah Helmi, diduga dilaporkan oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, ke Satuan Tugas (Satgas) 53 Kejaksaan Agung RI.
Laporan tersebut diduga berkaitan dengan sikap tegas Kajari Sampang yang disebut tidak bersedia berkompromi dalam penanganan dugaan korupsi dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Sampang senilai ratusan juta rupiah. Jumat (23/01/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fadilah Helmi telah menjalani klarifikasi oleh Satgas 53 Kejaksaan Agung RI. Dalam proses tersebut, Bupati Sampang yang diduga sebagai pelapor juga turut dimintai keterangan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu diungkap oleh narasumber kepada awak media. Ia menyebut, laporan tersebut bermula dari keteguhan Kajari Sampang yang tetap melanjutkan pengusutan dugaan korupsi BLUD RSUD Sampang tanpa kompromi.
“Kajari Sampang sempat bertemu dengan Bupati di Surabaya, namun tetap bersikeras melanjutkan penanganan kasus dugaan korupsi BLUD RSUD Sampang tanpa kompromi,” ungkap sumber tersebut.
Sumber yang sama juga mengungkapkan, melalui pesan suara, bahwa sikap tegas Kajari itu diduga memicu munculnya laporan ke Satgas 53. Disebutkan, dugaan kesalahan Fadilah Helmi saat bertugas di Barito Utara diduga dibocorkan oleh oknum Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sampang kepada pihak tertentu.
“Karena Kajari tidak mau berkompromi, diduga Kasi Pidsus Kejari Sampang membocorkan dugaan kesalahan Kajari saat bertugas di Barito Utara kepada pihak tertentu, termasuk ke Bupati. Dari situlah kemudian muncul laporan ke Satgas 53 Kejagung,” tuturnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasi Pidsus Kejari Sampang, I Gede Indra Hari Prabowo, membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya membocorkan dugaan kasus di Barito Utara adalah tidak benar.
“Itu tidak benar. Saya tidak pernah membocorkan informasi apa pun terkait Barito Utara. Saya justru lebih dulu menjabat di Sampang dibanding Bu Kajari, dan saya tidak mengetahui adanya kasus di Barito Utara,” tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























