Selain deklarasi pembentukan kelompok, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi bahaya destructive fishing, edukasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, serta pelatihan singkat pengelolaan hasil tangkapan secara berkelanjutan.
AKBP Rochmad menambahkan, pembentukan kelompok nelayan ini merupakan implementasi nyata konsep community policing di sektor kelautan.
“Laut adalah sumber kehidupan. Menjaganya berarti menjaga masa depan kita bersama. Polairud akan terus hadir mendampingi dan bersinergi dengan masyarakat pesisir,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, para nelayan Kenjeran menyambut inisiatif ini dengan antusias. Mereka menilai pendekatan persuasif Polairud mampu membangun kedekatan emosional dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga laut.
Dengan semangat “Laut Sehat, Nelayan Kuat”, Ditpolairud Polda Jatim berkomitmen menjadikan pesisir Jawa Timur sebagai contoh keberhasilan kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam menjaga kekayaan laut Nusantara.
Halaman : 1 2

























