Tolak Kedatangan Mendikbud RI, PMII Pamekasan Minta Tuntaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMZONE,PAMEKASAN – Kedatangan Menteri Pendidikan ke Kabupaten Pamekasan tidak boleh hanya dijadikan agenda seremonial dan pencitraan belaka, sementara berbagai persoalan mendasar pendidikan di daerah ini masih belum terselesaikan secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Pendidikan.

Hingga saat ini, persoalan infrastruktur pendidikan, kualitas layanan, pemerataan akses pendidikan, hingga dugaan problem tata kelola anggaran pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang nyata di Kabupaten Pamekasan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan sendiri mengakui masih terdapat ratusan sekolah rusak yang membutuhkan perbaikan.

BACA JUGA :  Peringati HLN ke-80, YBM PLN UP3 Madura Salurkan Alat Bantu Gerak Bagi Warga Pamekasan

Di sisi lain, publik juga dihadapkan pada berbagai persoalan tata kelola pendidikan yang menuai sorotan, termasuk dugaan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan di sejumlah lembaga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan di Pamekasan masih membutuhkan pembenahan serius dan menyeluruh, bukan sekadar kunjungan simbolik pejabat pusat yang berakhir tanpa solusi konkret.

Ketua Cabang PMII Pamekasan, Fahril Anwar mengecam keras apabila kedatangan Menteri Pendidikan hanya dijadikan panggung politik dan agenda pencitraan pemerintah daerah.

“Kami menolak keras apabila kunjungan Menteri Pendidikan hanya dijadikan alat pencitraan oleh pemerintah daerah, sementara realitas pendidikan di bawah masih carut-marut. Banyak sekolah rusak, fasilitas minim, kualitas pendidikan timpang, tetapi pemerintah justru sibuk mempersiapkan seremoni penyambutan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras

Ia juga menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Dinas Pendidikan seharusnya lebih fokus menyelesaikan akar persoalan pendidikan daripada membangun narasi keberhasilan yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Jangan sampai Menteri datang hanya melihat panggung yang sudah dipoles rapi, sementara jeritan siswa, guru, dan sekolah-sekolah yang kekurangan fasilitas justru disembunyikan. Pendidikan bukan ruang kosmetik birokrasi,” lanjutnya.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sygma Research: Polemik Menteri PU Harus Dijawab dengan Transparansi, Bukan Intimidasi
‎Dandim 0826/Pamekasan: Disiplin dan Integritas Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Tugas
‎Isyarat Garuda dari Wan Sehan Jadi Energi Baru, Ali Zainal Abidin Tegaskan Perjuangan Kemanusiaan Tak Boleh Padam
Kinerja Satreskrim Tuai Apresiasi, Kapolres Sampang Anugerahkan Penghargaan kepada Kasat Reskrim
Dari Gizi hingga Lapangan Kerja, Ribuan Warga Pamekasan Kawal Program MBG
Aksi Besar Dukung MBG Menggema, Ribuan Pekerja Minta Program Presiden Tidak Dijadikan Arena Kepentingan
Hari Bhayangkara ke-80, Dandim 0826/Pamekasan Tegaskan Soliditas TNI-Polri Kunci Stabilitas Keamanan Daerah
Babinsa Tlanakan Turun ke Sawah, Cangkul di Tangan Dukung Petani Jagung Pamekasan Raih Panen Optimal

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:48 WIB

Sygma Research: Polemik Menteri PU Harus Dijawab dengan Transparansi, Bukan Intimidasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:23 WIB

‎Dandim 0826/Pamekasan: Disiplin dan Integritas Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Tugas

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:36 WIB

‎Isyarat Garuda dari Wan Sehan Jadi Energi Baru, Ali Zainal Abidin Tegaskan Perjuangan Kemanusiaan Tak Boleh Padam

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:24 WIB

Kinerja Satreskrim Tuai Apresiasi, Kapolres Sampang Anugerahkan Penghargaan kepada Kasat Reskrim

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:45 WIB

Dari Gizi hingga Lapangan Kerja, Ribuan Warga Pamekasan Kawal Program MBG

Berita Terbaru