Aktivis mantan PMII Pamekasan, Moh Rohim, menilai pembatalan sofa hanyalah trik kosmetik yang tidak menyentuh akar persoalan.
“Itu cuma akal-akalan. Sofa dibatalkan, tapi kasur ratusan juta tetap ada, mobil dinas miliaran juga jalan terus. Pemerintah ini masih hobi foya-foya dengan uang rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, publik sudah muak dengan gaya belanja mewah pejabat yang tak punya empati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rakyat tiap hari pusing bayar kebutuhan, jalan banyak rusak, rumah sakit penuh keluhan. Tapi pemkab malah sibuk mikir sofa, kasur, dan lampu pendopo. Itu namanya bukan melayani, tapi melecehkan rakyat,” kecam Rohim.
Menurutnya, DPRD harus lebih tegas mengawasi. Jika tidak, masyarakat akan menganggap dewan hanya jadi stempel kebijakan boros pemerintah.
“Hari ini sofa, besok bisa muncul belanja gila-gilaan lain dengan nama berbeda. Kami tidak akan diam, dan kalau perlu rakyat turun ke jalan,” tutupnya. (*)
Halaman : 1 2

























