SAMPANG – Potret memilukan datang dari warga Dusun Pao Baruh, Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelengan, Kabupaten Sampang. Dalam sebuah rumah sederhana, tiga generasi hidup dalam derita tanpa sentuhan nyata dari pemerintah.
Adalah Ibu Ma’e, seorang nenek renta yang menua dalam serba kekurangan. Usia senjanya yang seharusnya dijalani dengan tenang justru dihabiskan dengan kesulitan. Hingga kini, ia belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah kabupaten Sampang.
Derita itu kian berat dengan kondisi anaknya, Muhrimah, yang ditemukan hidup dalam belenggu rantai. Belum jelas alasan pasti mengapa ia harus dirantai, namun keadaan tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam. Belenggu besi yang menahan geraknya seolah menjadi simbol keterabaian yang menyayat hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tragedi tidak berhenti di sana. Pagi, cucu Ibu Ma’e sekaligus anak dari Muhrimah, juga menyandang disabilitas. Dengan segala keterbatasannya, bocah malang itu hanya bisa bergantung penuh pada neneknya yang sudah renta dan ibunya yang tak berdaya.
Potret tiga generasi ini menggambarkan wajah lain kehidupan rakyat kecil yang tercecer dari perhatian negara. Di tengah derasnya klaim bantuan sosial, keluarga ini justru hidup dalam lingkaran derita: seorang nenek tanpa jaminan, seorang ibu dalam rantai, dan seorang anak yang lahir dengan disabilitas.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























