Keracunan Massal di Tlanakan, Jaka Jatim: Jangan Cederai Cita-Cita Presiden

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), Musfiq, mendesak DPRD Pamekasan segera memanggil pihak ketiga pengelola dapur MBG beserta Dinas Kesehatan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Koordinator Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), Musfiq, mendesak DPRD Pamekasan segera memanggil pihak ketiga pengelola dapur MBG beserta Dinas Kesehatan untuk dimintai pertanggungjawaban.

PAMEKASAN – Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, terus menuai sorotan publik. Hingga hari ini, tercatat 37 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut.

Koordinator Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), Musfiq, mendesak DPRD Pamekasan segera memanggil pihak ketiga pengelola dapur MBG beserta Dinas Kesehatan untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Jaka Jatim meminta pihak DPRD segera memanggil rekanan atau pihak ketiga yang mengelola dapur tersebut, serta dinas kesehatan yang mempunyai kewenangan dalam bidang kesehatan agar segera turun tangan. Dicari penyebabnya apa, jangan-jangan memang ada unsur kesengajaan,” tegas Musfiq, Jumat (12/9/2025).

Ia menilai peristiwa ini merusak reputasi sekaligus mencederai cita-cita Presiden dalam upaya mengurangi angka stunting melalui program makanan bergizi untuk siswa.

“Program Presiden Makanan Bergizi ini seharusnya memberikan asupan gizi baik kepada para siswa. Tapi yang terjadi di Tlanakan justru berbeda, malah membahayakan anak-anak,” imbuhnya.

BACA JUGA :  PW GMPI Jatim Desak Audit Kekayaan Pejabat Bea Cukai, Curiga Ada Dana dari Pengusaha Rokok Lokal

Menurut Musfiq, dapur-dapur penyedia MBG di Kabupaten Pamekasan perlu dievaluasi secara menyeluruh agar benar-benar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan Kementerian Gizi Nasional. Ia menduga ada kemungkinan menu makanan maupun lauk pauk yang disajikan tidak sesuai dengan standar gizi yang seharusnya.

BACA JUGA :  Jaka Jatim: Pengendapan Rp6,2 Triliun Bukti Pemprov Jatim Tak Serius Bangun Daerah

“Harapan kami, ke depan tidak ada lagi dapur-dapur MBG yang justru memberikan dampak buruk terhadap kesehatan siswa. Pemerintah Kabupaten Pamekasan harus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan langsung,” pungkasnya.

 

Lebih jauh, Musfiq juga mendorong dibentuknya satgas khusus guna memastikan program MBG tersalurkan dengan baik serta makanan yang disajikan benar-benar sesuai standar nasional.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perdata Kandas di Semua Tingkat, Kasus Haji Latif Pamekasan Kini Masuk Proses Pidana
Forkot Demo DPRD Pamekasan, Ungkap Dugaan Permainan Proyek Pokir Oknum Dewan
Khofifah Mangkir Panggilan Pengadilan, Jaka Jatim: Bentuk Pengkhianatan terhadap Hukum
Unjuk Rasa di Pengadilan Tipikor, KPK Didesak Buka Peran Pengambil Kebijakan
Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas
Hanafi Tegaskan Transparansi, Penyaluran BLTS Kesra di Pamekasan Dipantau Ketat
Koordinator Jaka Jatim Kritik KPK Beri Penghargaan ke Pemprov Jatim
Uang Rakyat Digasak, Jaka Jatim Tuding DPMD Jatim Terlibat Skandal Korupsi Rp33,4 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:06 WIB

Perdata Kandas di Semua Tingkat, Kasus Haji Latif Pamekasan Kini Masuk Proses Pidana

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:35 WIB

Forkot Demo DPRD Pamekasan, Ungkap Dugaan Permainan Proyek Pokir Oknum Dewan

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:33 WIB

Khofifah Mangkir Panggilan Pengadilan, Jaka Jatim: Bentuk Pengkhianatan terhadap Hukum

Senin, 26 Januari 2026 - 16:45 WIB

Unjuk Rasa di Pengadilan Tipikor, KPK Didesak Buka Peran Pengambil Kebijakan

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:56 WIB

Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas

Berita Terbaru