PAMEKASAN – Program penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, sejumlah sekolah dilaporkan menerima distribusi ganda dari dua lembaga pelaksana berbeda. Kejadian ini mencuat pada Senin (10/11/2025).
Salah satunya terjadi di SMK Negeri 3 Pamekasan. Sekolah yang berada di wilayah kota ini mendapatkan distribusi dari dua yayasan sekaligus, yakni Yayasan Ibnu Bachir Klampar Proppo dan Yayasan Garuda Jaya Abadi.
Hal serupa juga terjadi di SMP Negeri 6 Pamekasan, yang seharusnya menjadi wilayah distribusi Yayasan Iltizam Nyalabu Daya, namun turut disalurkan oleh Yayasan Ibnu Bachir Klampar Proppo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan beberapa sekolah lain seperti SDN Gladak Anyar 4, TK Kosgoro, SMP Muhammadiyah, dan MI Islamiyah Sumur Pote Gladak Anyar juga mengalami hal serupa.
Sekolah-sekolah tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab Yayasan Fatimah Maju Bersama Bugih 4, tetapi justru didistribusikan oleh yayasan yang sama dari Klampar.
Koordinator SPPG Kecamatan Kota, Rifki Heri Wifianto, menjelaskan bahwa mulai tanggal 10 November 2025 telah diberlakukan sistem pemerataan sesuai hasil kesepakatan rapat pada Kamis, 23 November 2025 di Aula Kodim 0826 Pamekasan.
Rapat tersebut dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, Camat Pamekasan, Pasiter Kodim, Korwil, Korcam, dan para Kepala SPPG se-Kecamatan Kota.
“Pemerataan seharusnya sudah mulai berlaku hari ini, sesuai hasil rapat di Aula Kodim 0826 dan telah ditandatangani oleh Koordinator Wilayah,” ujar Rifki.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























