Sebelumnya, kondisi Jalan Raya Ketapang-Pangarengan kerap dikeluhkan masyarakat karena banyak berlubang, sempit, dan rawan kecelakaan, terutama di musim hujan.
Kondisi ini membuat waktu tempuh menjadi sangat lama dan menghambat aktivitas ekonomi. Banyak petani daelayan kesulitan mengangkut hasil panen atau tangkapan mereka ke pasar dalam waktu singkat, yang berujung pada penurunan kualitas produk dan kerugian.
Dampak positif dari selesainya proyek ini sudah mulai dirasakan oleh warga. Ibu Sumiati (45), seorang pedagang sayur keliling dari Desa Ketapang Daya, mengungkapkan kegembiraaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu kalau mau ke pasar di kota Sampang atau ke Banyuates, rasanya jauh sekali. Jalaya rusak parah, ban motor sering bocor. Sekarang, jalan sudah mulus, jadi lebih cepat sampai, sayur juga masih segar. Pelanggan jadi makin banyak karena kami bisa mengantar lebih cepat,” kata Ibu Sumiati sambil tersenyum lebar.
Senada dengan Ibu Sumiati, Bapak Hamdan (50), seorang nelayan dari Pangarengan, juga merasakan manfaat besar.
“Ikan hasil tangkapan kami bisa langsung dibawa ke pengepul atau pasar induk di Sampang kota tanpa takut rusak di perjalanan. Waktu pengiriman jadi singkat, harganya juga bisa lebih bagus karena ikan masih segar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sampang berharap, dengan rampungnya Jalan Raya Ketapang-Pangarengan ini, akan diikuti dengan munculnya investor baru yang tertarik menanamkan modal di wilayah tersebut, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata bahari.
Hal ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang Pemkab Sampang untuk mengembangkan wilayah utara sebagai sentra produksi pangan dan destinasi wisata unggulan.
Ke depan, Pemkab Sampang berkomitmen untuk terus melanjutkan program pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Kabupaten Sampang yang masih membutuhkan perhatian.
Prioritas akan diberikan pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama sentra ekonomi dan penghubung antar wilayah penting.
Halaman : 1 2

























