SAMPANG, MADURA – Proyek peningkatan ruas Jalan Raya Ketapang-Pangarengan sepanjang 15 kilometer di Kabupaten Sampang, Madura, resmi tuntas dan siap sepenuhnya beroperasi pada Kamis (14/8/2025).
Penyelesaian infrastruktur strategis ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan, melancarkan distribusi logistik, serta memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah utara Sampang.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, saat meninjau langsung kondisi jalan yang telah rampung, menyatakan bahwa proyek senilai Rp 85 miliar ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang merata merupakan kunci utama untuk membuka potensi ekonomi yang selama ini terkendala akses.
“Ini bukan sekadar jalan biasa, tapi urat nadi baru yang akan menghidupkan perekonomian di wilayah utara Sampang, khususnya bagi masyarakat di Ketapang, Banyuates, hingga Pangarengan,” ujar Bupati Slamet Junaidi dengan antusias.
“Kami berharap, dengan akses yang lebih baik ini, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan produk UMKM lokal jadi lebih cepat dan efisien. Dampaknya, roda ekonomi berputar lebih kencang, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat. Bahkan, potensi pariwisata di pesisir utara juga bisa lebih tereksplorasi.”
Proyek peningkatan Jalan Raya Ketapang-Pangarengan ini melibatkan pengaspalan ulang, pelebaran di beberapa titik, serta pembangunan drainase yang memadai untuk mencegah genangan air saat musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang, Ir. H. Abdul Ghani, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek ini memakan waktu sekitar 18 bulan sejak dimulai pada awal tahun 2024.
Dana sebesar Rp 85 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sampang yang didukung juga oleh alokasi dari APBD Provinsi Jawa Timur.
“Pengerjaan proyek ini menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait kondisi cuaca ekstrem dan karakteristik tanah di beberapa ruas yang memerlukan penanganan khusus. Namun, berkat kerja keras tim dan dukungan dari masyarakat, kami berhasil menyelesaikan proyek ini sesuai target dan standar kualitas yang ditetapkan,” jelas Abdul Ghani.
“Kami memastikan kualitas jalan mampu bertahan lama, aman, dayaman dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, dari kendaraan pribadi hingga truk pengangkut hasil bumi.”
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























