Penegakan Hukum Tanpa Empati Ancam IHT Madura, Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Geruduk Pemkab Pamekasan 

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan massa petani tembakau dan Buruh kepung kantor Bupati Pamekasan

Ribuan massa petani tembakau dan Buruh kepung kantor Bupati Pamekasan

PAMEKASAN – Industri Hasil Tembakau (IHT) di Madura kini berada di ambang krisis. Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah mengaku terancam menghentikan produksi akibat tekanan berlapis yang mereka rasakan, menyusul maraknya operasi penegakan hukum yang dinilai berlangsung secara represif dan minim pendekatan pembinaan. Di tengah situasi ini, para petani tembakau dan buruh lokal ikut merasakan dampak langsung, bahkan mulai menyuarakan kekhawatiran atas masa depan ekonomi mereka. Selasa (10/02/2026)

 

Di balik jargon penegakan aturan, sejumlah pengusaha IHT menilai terdapat sikap arogansi yang justru mematikan semangat pelaku usaha baru yang tengah merintis. Operasi yang dilakukan secara tiba-tiba, tanpa dialog maupun pendampingan yang memadai, membuat banyak pelaku usaha merasa diperlakukan sebagai pelanggar yang harus ditindak, bukan sebagai potensi ekonomi yang perlu diarahkan.

 

Para pengusaha IHT pemula mengaku berada dalam situasi sulit. Di satu sisi, mereka berupaya memenuhi ketentuan regulasi yang kompleks dengan keterbatasan modal dan pemahaman. Di sisi lain, mereka menghadapi tekanan dari operasi yang dianggap tidak memberikan ruang pembinaan. Kondisi ini bukan hanya memicu kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak pada psikologis pelaku usaha yang semakin kehilangan kepercayaan diri untuk melanjutkan usaha.

BACA JUGA :  Mahasiswa UIM Ini Bikin Bangga! Imron Zainullah Raih Gelar Putera Seni Budaya Indonesia 2025

 

“Setiap hari kami berjuang menjaga produksi tetap berjalan. Tapi ketika operasi datang tanpa penjelasan dan pembinaan, rasa takut langsung muncul. Usaha yang baru tumbuh seolah dipaksa berhenti sebelum berkembang,” ungkap salah satu pelaku IHT yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA :  Pasar Murah di Kecamatan Larangan Diserbu Warga, Pemkab Gandeng Bulog dan Distributor

 

Keresahan serupa juga dirasakan para petani tembakau. Mereka menilai keberlangsungan IHT sangat menentukan stabilitas ekonomi daerah. Rantai industri tembakau yang melibatkan petani, buruh, hingga pelaku distribusi membuat sektor ini menjadi tulang punggung penghidupan masyarakat di Madura. Jika IHT terhenti, maka dampaknya akan menjalar luas, mulai dari menurunnya serapan hasil panen hingga meningkatnya pengangguran.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Famas-Mahardika Lanjut Demo Bea Cukai RI dan KPK Soal Dugaan TPPU PR Subur Jaya
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang
Permudah Warga di Bulan Ramadhan, Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling
KITMAS Resmi Dikukuhkan, Langkah Strategis Sejahterakan Petani Tembakau
Diduga Jadi Sarang Penipuan, J&T Cargo Minta Uang Tambahan ke Customer COD Tanpa Kejelasan
Langkah Mulia Bani Insan Peduli: Ribuan Anak Yatim Sumenep Dapat Perhatian dan Santunan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:56 WIB

Famas-Mahardika Lanjut Demo Bea Cukai RI dan KPK Soal Dugaan TPPU PR Subur Jaya

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:36 WIB

Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:52 WIB

Permudah Warga di Bulan Ramadhan, Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling

Berita Terbaru