Diduga Jadi Sarang Penipuan, J&T Cargo Minta Uang Tambahan ke Customer COD Tanpa Kejelasan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi dugaan praktik penipuan oleh J&T Cargo area Larangan, Galis, Kadur dan Pakong

Foto ilustrasi dugaan praktik penipuan oleh J&T Cargo area Larangan, Galis, Kadur dan Pakong

PAMEKASAN – Layanan pengiriman barang J&T Cargo kembali menuai sorotan. Perusahaan ekspedisi yang berada di bawah naungan J&T Cargo itu diduga meminta pembayaran tambahan kepada pelanggan dengan metode Cash on Delivery (COD) tanpa kejelasan aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Selasa (17/02/2026)

 

Kasus ini mencuat setelah salah satu customer berinisial AFiv mengaku mengalami kejanggalan saat menerima paket pesanannya dari salah satu toko online. Pada pukul 13:59 WIB, ia menerima notifikasi dari kurir bernama Irene May Widiyani yang mengonfirmasi pengiriman paket dengan nominal pembayaran Rp 99.283.

Namun, saat paket diantar sekitar pukul 15:11 WIB, nominal yang diminta justru berbeda. Kurir meminta pembayaran sebesar Rp 101.000.

 

“Awalnya notifikasi jelas tertulis Rp 99.283. Tapi ketika paket datang, saya diminta bayar Rp 101.000. Tidak ada penjelasan detail, tidak ada rincian biaya tambahan,” ungkap AFiv dengan nada kecewa.

BACA JUGA :  Nasib Gula Petani Jatim Terancam, 65 Ribu Ton Menumpuk di Gudang

Dalih “Diklopkan” Jadi Seratus Ribu

 

AFiv yang diketahui berprofesi sebagai jurnalis itu langsung mengonfirmasi perbedaan nominal tersebut kepada kurir. Namun jawaban yang diterima dinilai tidak profesional.

 

“Kurir hanya berdalih ‘itu di klopkan seratus sebuh (seribu rupiah)’. Artinya dibulatkan jadi seratus ribu dan tambahan seribu rupiah. Tanpa penjelasan resmi, tanpa bukti tambahan biaya. Saya akhirnya bayar sesuai yang diminta, seratos sebuh,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bersama Ribuan Jamaah Majelis Sabilu Taubah, Gus Iqdam Doakan Khofifah Jadi Gubernur Lagi

Istilah “seratos sebuh” dalam Bahasa Madura berarti seratus ribu + seribu rupiah

 

Menurutnya, praktik pembulatan sepihak seperti ini sangat berpotensi menjadi celah penyimpangan dan merugikan pelanggan, apalagi dalam sistem COD yang seharusnya transparan dan sesuai nominal transaksi.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Babinsa Pademawu Turun Tangan Bantu Petani Bersihkan Padi Kering, Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Momen Bahagia Putri Kades Banjar Talela Sampang, Akad Nikah Digelar 14 April 2026
Babinsa Larangan Dampingi Panen Padi, Mini Combine Harvester Permudah Petani di Taraban
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani Jemur Gabah, Jaga Kualitas Hasil Panen

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:29 WIB

Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Senin, 13 April 2026 - 10:25 WIB

Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau

Jumat, 10 April 2026 - 12:16 WIB

Babinsa Pademawu Turun Tangan Bantu Petani Bersihkan Padi Kering, Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Berita Terbaru