Terakhir, SPMP mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap aset pemilik PR Jalluh maupun pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam permainan pita cukai tersebut.
Massa Aksi dan Titik Kumpul
Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan diikuti sekitar 50 orang massa dari kalangan pemuda dan mahasiswa Pamekasan. Mereka akan memulai long march dari Arek Lancor, Pamekasan, pada pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya bergerak menuju Kantor Bea dan Cukai Madura.
SPMP menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan secara damai, namun penuh dengan semangat perlawanan terhadap dugaan praktik kotor di balik bisnis rokok ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Desakan Serius kepada Bea Cukai
Menurut SPMP, Bea dan Cukai sebagai institusi yang memiliki kewenangan penuh dalam mengawasi peredaran pita cukai tidak boleh abai. Mereka menilai, lemahnya pengawasan akan membuka celah bagi mafia rokok untuk bermain, sehingga berdampak langsung pada kerugian negara.
“SPMP berharap pihak Bea Cukai merespons serius tuntutan ini. Jika tidak ada tindakan nyata, maka kami akan terus melakukan aksi lanjutan sampai aturan benar-benar ditegakkan,” tegas Rohim.
Ia juga menambahkan, aksi ini bukan sekadar kepentingan kelompok mahasiswa, melainkan upaya bersama menjaga keuangan negara dan menciptakan iklim industri yang sehat.
Ancaman Mafia Rokok Ilegal
Isu rokok ilegal memang bukan hal baru di Madura. Sejumlah aktivis sebelumnya juga kerap menyoroti lemahnya pengawasan dan dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam peredaran pita cukai ilegal. Kehadiran PR Jalluh kembali memunculkan polemik setelah muncul dugaan permainan dalam penebusan pita cukai.
SPMP menilai, jika praktik semacam ini dibiarkan, maka negara akan terus kehilangan potensi pendapatan dari sektor cukai. Lebih dari itu, hal ini juga berpotensi merugikan produsen rokok yang taat aturan, karena harus bersaing tidak sehat dengan perusahaan yang melakukan praktik ilegal.
Dengan aksi ini, SPMP berharap suara mereka bisa menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Mereka menegaskan, aksi di depan Bea Cukai Madura hanyalah langkah awal dari gerakan yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan. (*)
Halaman : 1 2

























