PAMEKASAN – Aroma busuk dalam tata niaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Pamekasan kembali mencuat. Ketua DPD Tani Merdeka, Basri, datang langsung ke gedung DPRD dengan membawa data lapangan dan suara lantang yang menyoroti dugaan permainan harga oleh sejumlah kios nakal.
Dalam audiensi yang berlangsung panas pada Selasa (18/11/2025), Basri menyebut bahwa persoalan kelangkaan pupuk dan harga yang melambung tinggi bukan lagi sekadar isu tahunan, melainkan indikasi adanya permainan terstruktur yang dibiarkan berlarut.
“Ada kios yang menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini bukan sekadar salah urus, ini sudah permainan. Petani dicekik oleh pihak-pihak yang menjadikan kelangkaan sebagai ladang bisnis gelap,” tegas Basri di hadapan para legislator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, petani di berbagai desa terpaksa membayar harga dua hingga tiga kali lipat dari ketentuan resmi. Pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang produksi pertanian justru berubah menjadi komoditas spekulatif di tangan oknum pengendali kios.
“Petani kami bukan sapi perahan. Jangan jadikan kelangkaan sebagai alasan untuk menjarah hak mereka,” tambahnya.
Basri menduga praktik curang ini melibatkan rantai distribusi dari tingkat distributor hingga pengecer. Ia menilai kelangkaan pupuk yang terus berulang bukanlah kebetulan semata.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























