Mengguncang Jatim: Membedah Fenomena “Sound Horeg” dari Budaya hingga Kontroversi

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMZONE – Jawa Timur, sebuah provinsi yang kaya akan budaya dan tradisi, kini diramaikan oleh sebuah fenomena unik yang dikenal sebagai “sound horeg.”

Istilah ini merujuk pada sistem tata suara berdaya sangat tinggi dengan dentuman bass yang masif, mampu menciptakan getaran (“horeg” dalam bahasa Jawa berarti bergetar atau berguncang) yang terasa hingga ke ulu hati.

Bukan sekadar alat pengeras suara biasa, sound horeg telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai perayaan lokal, karnaval, dan hajatan masyarakat, memicu decak kagum sekaligus perdebatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari desa-desa hingga kota kecil, gema sound horeg menjadi penanda kemeriahan, sekaligus menyoroti dinamika antara hiburan rakyat, teknologi, dan tantangan sosial.

BACA JUGA :  Pemprov dan Polda Jatim Batasi Sound System, Pelanggar Siap Dibubarkan

Akar dan Budaya Sound Horeg di Jatim

Fenomena sound horeg tidak muncul begitu saja. Akarnya tertanam kuat dalam budaya masyarakat Jawa Timur yang gemar merayakan kebersamaan dengan semarak.

Awalnya, perangkat tata suara standar digunakan untuk mengiringi acara-acara seperti pernikahan, khitanan, atau peringatan hari besar nasional seperti 17 Agustus.

Namun, seiring waktu, ada keinginan untuk menciptakan pengalaman yang lebih spektakuler dan tak terlupakan. Dari situlah muncul kompetisi tidak langsung di antara pemilik sound system lokal untuk menghadirkan suara paling menggelegar dan bass paling “mantap.”

Ini bukan hanya soal volume, melainkan juga kualitas suara yang jernih, meskipun dalam intensitas tinggi, serta kemampuan memadukan berbagai jenis musik, terutama dangdut atau remix yang digemari.

BACA JUGA :  Kumpulan Kata Kata Motivasi: Nyalakan Semangat, Raih Impian Tak Terbatas!

Karnaval dan pawai agustusan adalah panggung utama bagi sound horeg. Truk-truk dihias sedemikian rupa, mengangkut tumpukan speaker raksasa yang tingginya bisa melebihi badan kendaraan.

Masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan, menari, dan merasakan getaran musik yang seolah merasuki seluruh tubuh. Sound horeg menjadi ekspresi kebanggaan komunal, identitas desa, dan manifestasi semangat gotong royong dalam mempersiapkan acara.

Setiap pemilik sound system besar memiliki nama khusus untuk usahanya, lengkap dengan logo dan tim operator yang profesional, menjadikaya sebuah industri hiburan mikro yang berdenyut di jantung pedesaan Jatim.

Teknologi dan Investasi di Balik Gema Horeg

Di balik gemuruh sound horeg, terdapat investasi yang tidak main-main dan keahlian teknis yang patut diacungi jempol. Sebuah sistem sound horeg standar bisa terdiri dari puluhan bahkan ratusan unit speaker, mulai dari subwoofer berukuran besar hingga tweeter untuk frekuensi tinggi, yang semuanya diatur secara presisi.

BACA JUGA :  Jalan Raya Ketapang-Pangarengan Sampang Tuntas, Ekonomi Lokal Melesat

Amplifier bertenaga ribuan watt, mixer digital canggih, dan perangkat manajemen suara laiya menjadi komponen wajib. Tidak jarang, para pemilik sound system ini berkolaborasi dengan ahli elektronika lokal untuk memodifikasi atau merakit perangkat custom agar menghasilkan suara yang unik dan lebih bertenaga.

Proses ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang akustik, kelistrikan, dan teknik audio.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Hadir Lewat Karcis Parkir: Dugaan Pungli di Samsat Pamekasan Kian Brutal
Hujan Tak Halangi Semangat, NU Ranting Nyalabu Daya Gelar Kegiatan Rutin Penuh Khidmat
Melindungi Warisan Alam: Mengenal dan Melestarikan Hewan Dilindungi di Indonesia
Kumpulan Kata Kata Motivasi: Nyalakan Semangat, Raih Impian Tak Terbatas!
Rayakan Harpelnas 2025, Ini Hadiah Spesial dari Indosat Region Jawa Timur untuk Pelanggan
Tes IQ: Mengukur Potensi atau Sekadar Angka Kontroversial?
Jerat Judi Online: Strategi Efektif untuk Berhenti dan Pulih
Panduan Lengkap Cara Menanam Nanas di Rumah: Dari Mahkota Hingga Panen!

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:26 WIB

Negara Hadir Lewat Karcis Parkir: Dugaan Pungli di Samsat Pamekasan Kian Brutal

Rabu, 5 November 2025 - 22:04 WIB

Hujan Tak Halangi Semangat, NU Ranting Nyalabu Daya Gelar Kegiatan Rutin Penuh Khidmat

Selasa, 16 September 2025 - 11:48 WIB

Melindungi Warisan Alam: Mengenal dan Melestarikan Hewan Dilindungi di Indonesia

Kamis, 11 September 2025 - 18:05 WIB

Kumpulan Kata Kata Motivasi: Nyalakan Semangat, Raih Impian Tak Terbatas!

Jumat, 5 September 2025 - 07:55 WIB

Mengguncang Jatim: Membedah Fenomena “Sound Horeg” dari Budaya hingga Kontroversi

Berita Terbaru