Mengguncang Jatim: Membedah Fenomena “Sound Horeg” dari Budaya hingga Kontroversi

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun dan memelihara satu set sound horeg lengkap bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ini bukan sekadar hobi, melainkan sebuah bisnis yang menjanjikan, terutama saat musim hajatan atau perayaan.

Para pemilik sound system harus terus berinovasi, mengikuti tren teknologi audio terbaru, dan menjaga kualitas peralatan mereka. Ini juga mendorong munculnya bengkel atau workshop khusus modifikasi sound system di berbagai daerah, menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

Dari perakitan kotak speaker hingga instalasi kabel raksasa, semua dikerjakan dengan penuh dedikasi untuk mencapai satu tujuan: menghasilkan “horeg” yang maksimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak Sosial, Ekonomi, dan Kontroversi

Kehadiran sound horeg di Jawa Timur membawa dampak multidimensional. Secara positif, ia menjadi magnet ekonomi, menarik ribuan penonton ke suatu acara, yang berarti peningkatan penjualan bagi pedagang kaki lima, pengusaha katering, hingga penyedia jasa parkir.

BACA JUGA :  Hujan Tak Halangi Semangat, NU Ranting Nyalabu Daya Gelar Kegiatan Rutin Penuh Khidmat

Ini juga menghidupkan pariwisata lokal jika acara tersebut menarik perhatian dari luar daerah. Bagi seniman musik dan DJ lokal, sound horeg adalah platform untuk menunjukkan bakat mereka. Lebih dari itu, ia memperkuat ikatan sosial, menyatukan masyarakat dalam kegembiraan dan kebersamaan.

Namun, tidak bisa dipungkiri, fenomena ini juga sarat kontroversi. Keluhan utama datang dari aspek kebisingan. Tingkat desibel yang sangat tinggi dapat mengganggu ketenangan warga, terutama yang tinggal di dekat lokasi acara, lansia, anak-anak, bahkan hewan peliharaan.

BACA JUGA :  Panduan Lengkap Cara Menanam Nanas di Rumah: Dari Mahkota Hingga Panen!

Potensi gangguan pendengaran dalam jangka panjang bagi penonton maupun operator juga menjadi perhatian serius. Beberapa insiden terkait getaran yang merusak struktur bangunan atau listrik yang tidak stabil juga pernah dilaporkan.

Hal ini menimbulkan dilema bagi pemerintah daerah: bagaimana menyeimbangkan antara memfasilitasi ekspresi budaya dan menjaga ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

Upaya regulasi, seperti pembatasan jam operasional, tingkat volume, dan lokasi acara, terus diupayakan, meskipun sering kali berbenturan dengan antusiasme massa dan tradisi yang sudah mengakar.

Kesimpulan

Fenomena sound horeg di Jawa Timur adalah cerminan kompleksitas budaya modern yang berakar pada tradisi. Ia adalah perpaduan antara semangat kebersamaan, inovasi teknologi, dan geliat ekonomi lokal, yang diwujudkan dalam dentuman bass yang memekakkan.

BACA JUGA :  Soal Viralnya Kasus Gus Miftah, Begini Tanggapan Gus Baha

Meskipun mampu membangkitkan euforia massa dan menggerakkan roda ekonomi, tantangan terkait kebisingan dan dampaknya terhadap lingkungan sosial tak bisa diabaikan.

Mencari titik temu antara kebebasan berekspresi budaya dan kebutuhan akan kenyamanan publik menjadi kunci bagi keberlanjutan fenomena ini.

Dengan regulasi yang bijak, kesadaran dari penyelenggara dan penikmat, serta inovasi yang lebih bertanggung jawab, sound horeg bisa terus bergemuruh, namun tetap dalam harmoni yang dapat diterima semua pihak, memastikan Jawa Timur tetap “horeg” namun dalam arti yang positif.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Hadir Lewat Karcis Parkir: Dugaan Pungli di Samsat Pamekasan Kian Brutal
Hujan Tak Halangi Semangat, NU Ranting Nyalabu Daya Gelar Kegiatan Rutin Penuh Khidmat
Melindungi Warisan Alam: Mengenal dan Melestarikan Hewan Dilindungi di Indonesia
Kumpulan Kata Kata Motivasi: Nyalakan Semangat, Raih Impian Tak Terbatas!
Rayakan Harpelnas 2025, Ini Hadiah Spesial dari Indosat Region Jawa Timur untuk Pelanggan
Tes IQ: Mengukur Potensi atau Sekadar Angka Kontroversial?
Jerat Judi Online: Strategi Efektif untuk Berhenti dan Pulih
Panduan Lengkap Cara Menanam Nanas di Rumah: Dari Mahkota Hingga Panen!

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:26 WIB

Negara Hadir Lewat Karcis Parkir: Dugaan Pungli di Samsat Pamekasan Kian Brutal

Rabu, 5 November 2025 - 22:04 WIB

Hujan Tak Halangi Semangat, NU Ranting Nyalabu Daya Gelar Kegiatan Rutin Penuh Khidmat

Selasa, 16 September 2025 - 11:48 WIB

Melindungi Warisan Alam: Mengenal dan Melestarikan Hewan Dilindungi di Indonesia

Kamis, 11 September 2025 - 18:05 WIB

Kumpulan Kata Kata Motivasi: Nyalakan Semangat, Raih Impian Tak Terbatas!

Jumat, 5 September 2025 - 07:55 WIB

Mengguncang Jatim: Membedah Fenomena “Sound Horeg” dari Budaya hingga Kontroversi

Berita Terbaru