Taman kota menjadi ruang publik yang inklusif, tempat warga dari berbagai latar belakang bisa berinteraksi, berolahraga, atau sekadar bersantai. Studi menunjukkan bahwa akses terhadap ruang hijau dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan suasana hati, dan bahkan memperkuat ikatan komunitas.
“Anak-anak punya tempat bermain yang aman, kami para orang tua juga bisa berkumpul dan bersosialisasi di sini. Rasanya lebih segar dan pikiran jadi lebih tenang setelah menghabiskan waktu di taman,” tutur Ibu Ratna, seorang warga Jakarta yang rutin mengunjungi taman kota di dekat kediamaya.
Namun, mewujudkan dan mempertahankan RTH di perkotaan tidaklah mudah. Keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah menjadi kendala utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tekanan untuk mengalihfungsikan lahan hijau menjadi area komersial atau permukiman juga tak terhindarkan. Selain itu, masalah pemeliharaan dan anggaran juga kerap menjadi hambatan. Banyak RTH yang terbanguamun kurang terawat, sehingga kehilangan fungsinya secara optimal.
Untuk mengatasi tantangan ini, berbagai kota mulai menerapkan strategi inovatif. Beberapa di antaranya adalah revitalisasi lahan-lahan tidur, pemanfaatan atap gedung sebagai taman (green roof), pengembangan taman vertikal (vertical garden), hingga mendorong inisiatif kebun komunitas (community garden) di lahan-lahan sempit.
Pemerintah Kota “X” misalnya, telah berhasil mengubah bekas tempat pembuangan sampah menjadi taman kota yang asri dan berfungsi sebagai edukasi lingkungan.
“Kami berkomitmen untuk memperluas dan merevitalisasi RTH yang ada. Kolaborasi dengan masyarakat, sektor swasta, dan akademisi sangat diperlukan untuk mencapai target ini, sekaligus memastikan keberlanjutan pemeliharaaya,” kata Bapak Budi Santoso, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota “Y”, dalam sebuah wawancara.
Upaya melibatkan masyarakat juga menjadi kunci. Program adopsi pohon, kegiatan bersih-bersih taman, hingga festival taman kota dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian warga terhadap RTH.
Dengan demikian, RTH tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga aset bersama yang harus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh elemen masyarakat.
Masa depan kota yang berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan RTH yang memadai. Investasi pada ruang hijau adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kolektif, keseimbangan lingkungan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penghuni kota.
Dibutuhkan komitmen berkelanjutan dari pemerintah, inovasi dalam perencanaan kota, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan kota-kota hijau yang lebih layak huni di masa mendatang.
Halaman : 1 2

























