Lebih dari Sekadar Pedas: Risiko Kesehatan di Balik Sensasi Cabe Rawit Berlebihan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini sering terjadi ketika seseorang tidak sengaja menyentuh mata setelah memegang cabe rawit tanpa mencuci tangan. Penting untuk selalu berhati-hati saat mengolah bahan makanan ini.

Mitos dan Fakta Seputar Cabe Rawit

Masyarakat sering kali memiliki beberapa mitos seputar konsumsi cabe rawit. Salah satu mitos populer adalah bahwa cabe rawit dapat membakar lemak atau membantu menurunkan berat badan.

“Meskipun capsaicin memang dapat meningkatkan metabolisme tubuh sedikit dan memberi efek termogenik, efeknya sangat minimal dan tidak signifikan untuk penurunan berat badan drastis. Risiko kesehatan akibat konsumsi berlebihan jauh lebih besar daripada manfaat minor tersebut,” terang Profesor Budi Santoso, seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia.

Prof. Budi juga menambahkan bahwa meski cabe rawit mengandung vitamin C dan antioksidan, jumlahnya tidak cukup untuk menutupi potensi kerusakan pada saluran pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar.

“Ada banyak sumber vitamin C dan antioksidan lain yang lebih aman dan efektif tanpa efek samping pedas berlebihan,” ujarnya.

Ada pula fenomena “kecanduan” pedas. Beberapa individu merasa perlu terus-menerus mengonsumsi makanan pedas, bahkan dalam dosis yang semakin tinggi.

Ini disebabkan oleh pelepasan endorfin, zat kimia alami di otak yang memberikan perasaan senang dan euforia, sebagai respons terhadap rasa sakit yang ditimbulkan capsaicin. Sensasi ini bisa membuat seseorang terus mencari stimulus pedas, berpotensi mengabaikan sinyal bahaya dari tubuh.

BACA JUGA :  Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital 

Moderasi adalah Kunci

Meskipun demikian, bukan berarti cabe rawit harus dihindari sepenuhnya. Bagi sebagian orang, konsumsi dalam jumlah moderat tidak menimbulkan masalah berarti dan justru menambah kenikmatan dalam bersantap. Kunci utama adalah moderasi dan mendengarkan respons tubuh Anda.

Jika Anda merasakayeri lambung, mulas, diare, atau ketidaknyamanan laiya setelah makan pedas, itu adalah tanda bahwa tubuh Anda tidak toleran terhadap jumlah capsaicin yang dikonsumsi.

Untuk meredakan sensasi pedas, hindari minum air dingin karena air justru dapat menyebarkan capsaicin. Sebaliknya, minumlah susu atau makan produk susu seperti yogurt, roti, atau nasi.

BACA JUGA :  Menggali Hikmah: Mengapa Ceramah Ustaz Abdul Somad Begitu Menarik dan Relevan?

Protein kasein dalam susu dapat membantu melarutkan capsaicin, sementara karbohidrat dapat menyerap sebagian sensasi pedas. Bagi individu dengan riwayat penyakit lambung, GERD, atau sindrom iritasi usus, disarankan untuk membatasi bahkan menghindari sama sekali konsumsi cabe rawit dan makanan pedas laiya.

Edukasi tentang bahaya konsumsi cabe rawit berlebihan perlu terus digalakkan, terutama di tengah popularitasnya yang tak pernah padam.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan, demi menjaga kesehatan jangka panjang. Kenikmatan sesaat dari sensasi pedas tidak sebanding dengan risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital 
H. Khairul Umam Raih Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2025 Berkat Dedikasi untuk Petani dan Masyarakat Kecil
Jejak Karbon Minim, Bumi Lestari: 7 Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini!
Panduan Lengkap Memulai Investasi Digital: Kripto & Blockchain untuk Pemula
Mengintip Masa Depan: 10 Tren Kecerdasan Buatan Paling Berdampak di 2025
Lebih dari Sekadar Jorok: Menguak 5 Bahaya Kesehatan Fatal Main HP di WC
Panen Telur Setiap Hari! Panduan Lengkap Cara Ternak Ayam Petelur yang Menguntungkan
Prakiraan Cuaca Madura Kamis, 20 Agustus 2025: Antara Cerah dan Potensi Hujan Ringan di Pulau Garam

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 17:55 WIB

Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital 

Sabtu, 1 November 2025 - 10:47 WIB

H. Khairul Umam Raih Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2025 Berkat Dedikasi untuk Petani dan Masyarakat Kecil

Minggu, 21 September 2025 - 14:35 WIB

Jejak Karbon Minim, Bumi Lestari: 7 Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini!

Minggu, 21 September 2025 - 14:34 WIB

Panduan Lengkap Memulai Investasi Digital: Kripto & Blockchain untuk Pemula

Minggu, 21 September 2025 - 14:33 WIB

Mengintip Masa Depan: 10 Tren Kecerdasan Buatan Paling Berdampak di 2025

Berita Terbaru