Lebih dari Sekadar Pedas: Risiko Kesehatan di Balik Sensasi Cabe Rawit Berlebihan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMZONE – Meskipun menjadi primadona bagi pecinta sensasi pedas di Indonesia, konsumsi cabe rawit secara berlebihan ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan serius yang kerap diabaikan.

Para ahli gizi dan gastroenterolog memperingatkan bahwa sensasi terbakar yang disukai banyak orang dapat berujung pada iritasi lambung, gangguan pencernaan kronis, hingga dampak fatal pada organ vital jika tidak dikendalikan.

Popularitas cabe rawit yang tak terbantahkan, baik sebagai bumbu masakan maupun dikonsumsi langsung, membuat banyak individu lupa akan potensi bahaya yang mengintai di balik kandungan capsaicin-nya yang tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak Merusak pada Sistem Pencernaan

Salah satu dampak paling nyata dari konsumsi cabe rawit berlebihan adalah pada sistem pencernaan. Kandungan capsaicin, senyawa aktif yang bertanggung jawab atas rasa pedas, bekerja dengan mengikat reseptor rasa sakit di lidah dan saluran pencernaan, memicu sensasi terbakar.

BACA JUGA :  Lebih dari Sekadar Minuman: Mengupas Tuntas 10+ Manfaat Teh untuk Kesehatan Optimal Anda

Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, capsaicin dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung dan usus.

“Kami sering menerima pasien dengan keluhan gastritis akut, nyeri ulu hati hebat, atau bahkan pendarahan lambung yang riwayatnya kuat berkaitan dengan konsumsi makanan sangat pedas secara terus-menerus,” jelas Dr. Rina Kusuma, seorang gastroenterolog terkemuka di Jakarta.

BACA JUGA :  Mulai Sekarang! 7 Kunci Utama Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Optimal

Iritasi kronis ini dapat memperparah kondisi seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan dispepsia fungsional. Bagi penderita tukak lambung atau maag, konsumsi cabe rawit bahkan bisa memicu kekambuhan yang menyakitkan.

Selain itu, kecepatan transit makanan di usus bisa terganggu, menyebabkan diare parah pada sebagian orang atau justru sembelit karena dehidrasi akibat tubuh merespon pedas dengan kehilangan cairan.

Gejala seperti kembung, mual, dan sakit perut melilit juga umum dialami setelah mengonsumsi cabe rawit dalam porsi besar.

Lebih dari Sekadar Perut: Efek pada Organ Lain

Dampak buruk cabe rawit tidak hanya terbatas pada saluran pencernaan. Sensasi terbakar akibat capsaicin juga bisa dirasakan pada saluran kemih.

BACA JUGA :  Strategi Efektif: Cara Mendapatkan Uang dari Facebook di Era Digital

Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa cabe rawit menyebabkan batu ginjal, iritasi pada uretra atau kandung kemih bisa terjadi pada individu yang sensitif, menyebabkan rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

Bagi sebagian orang, capsaicin bahkan dapat memicu reaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam kulit, atau bengkak pada bibir dan wajah, meskipun kasus ini jarang terjadi.

Pada kondisi ekstrem, kontak langsung capsaicin dengan mata atau kulit yang sensitif dapat menyebabkan iritasi parah, kemerahan, dan sensasi terbakar yang intens.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital 
H. Khairul Umam Raih Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2025 Berkat Dedikasi untuk Petani dan Masyarakat Kecil
Jejak Karbon Minim, Bumi Lestari: 7 Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini!
Panduan Lengkap Memulai Investasi Digital: Kripto & Blockchain untuk Pemula
Mengintip Masa Depan: 10 Tren Kecerdasan Buatan Paling Berdampak di 2025
Lebih dari Sekadar Jorok: Menguak 5 Bahaya Kesehatan Fatal Main HP di WC
Panen Telur Setiap Hari! Panduan Lengkap Cara Ternak Ayam Petelur yang Menguntungkan
Prakiraan Cuaca Madura Kamis, 20 Agustus 2025: Antara Cerah dan Potensi Hujan Ringan di Pulau Garam

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 17:55 WIB

Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital 

Sabtu, 1 November 2025 - 10:47 WIB

H. Khairul Umam Raih Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2025 Berkat Dedikasi untuk Petani dan Masyarakat Kecil

Minggu, 21 September 2025 - 14:35 WIB

Jejak Karbon Minim, Bumi Lestari: 7 Kebiasaan Ramah Lingkungan yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini!

Minggu, 21 September 2025 - 14:34 WIB

Panduan Lengkap Memulai Investasi Digital: Kripto & Blockchain untuk Pemula

Minggu, 21 September 2025 - 14:33 WIB

Mengintip Masa Depan: 10 Tren Kecerdasan Buatan Paling Berdampak di 2025

Berita Terbaru