JATIMZONE – Kesehatan mata kini menjadi isu krusial di tengah dominasi gaya hidup digital. Paparan berlebihan terhadap layar gawai seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer telah memicu peningkatan kasus kelelahan mata digital, mata kering, hingga potensi gangguan penglihatan jangka panjang.
Menyadari urgensi ini, para ahli kesehatan terus menyerukan pentingnya strategi preventif dan perawatan mata yang komprehensif agar masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kualitas penglihatan mereka.
Lantas, bagaimana cara efektif menjaga kesehatan mata di era serba digital ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman Kesehatan Mata di Era Digital
Perkembangan teknologi membawa dampak signifikan pada cara kita berinteraksi dengan dunia, dan mata adalah indera yang paling merasakan efeknya.
Durasi menatap layar yang semakin panjang, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan, seringkali tidak diimbangi dengan kebiasaan istirahat yang cukup.
Cahaya biru (blue light) yang dipancarkan dari layar digital, meskipun merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak, telah lama dikaitkan dengan potensi kerusakan retina dan gangguan tidur jika paparaya berlebihan.
Selain itu, frekuensi berkedip yang berkurang saat fokus pada layar menyebabkan sindrom mata kering, di mana mata terasa perih, gatal, atau seperti ada pasir.
Dr. Anisa Putri, Sp.M., seorang spesialis mata dari Rumah Sakit Bhakti Sehat, menekankan bahwa masalah mata lelah digital (computer vision syndrome) bukan lagi hanya milik pekerja kantoran.
“Remaja dan anak-anak pun kini rentan mengalaminya karena penggunaan gadget untuk belajar online dan bermain game. Gejalanya beragam, mulai dari pandangan kabur sementara, sakit kepala, nyeri leher dan bahu, hingga kesulitan fokus,” jelas Dr. Anisa.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























