“Seharusnya masih ada barang bukti, tapi faktanya makanan sudah tidak ditemukan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pasanggar 1, Gazali, membantah adanya rekayasa video. Ia menyebut kedatangan perwakilan dapur, aparat TNI, maupun polisi dilakukan di waktu berbeda.
“Tidak ada permintaan pembuatan video pengakuan. Kalau soal muntah, kami menduga karena anak-anak sudah sarapan di rumah, kemudian jajan, lalu makan menu MBG,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada, Wali Kelas III, Zinurrohman, menuturkan siswanya berinisial R sempat muntah usai makan MBG dan minum susu.
“Saya kira karena kekenyangan. Bahkan anaknya sendiri tertawa ketika ditanya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, program MBG mulai disalurkan di SDN Pasanggar 1 sejak Senin (16/9/2025) dengan total penerima 101 siswa.
Namun pada hari kedua, delapan anak dilaporkan muntah usai menyantap hidangan yang disediakan Yayasan SPPG Al-Bukhori Murtajih. (*)
Halaman : 1 2

























