PAMEKASAN – Polemik dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, terus bergulir.
Polisi mengungkap adanya indikasi rekayasa keterangan siswa melalui video pengakuan bahwa mereka muntah karena kekenyangan.
Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto, mengatakan saat pihaknya melakukan penyelidikan di sekolah, sempat muncul keterangan yang tidak sinkron.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menemukan ada informasi yang tidak valid. Diduga siswa sudah didatangi pihak lain dan diminta membuat pengakuan berbeda,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Polisi kemudian mendalami keterangan sejumlah siswa dan wali murid. Hasil pemeriksaan menunjukkan, mayoritas siswa menyatakan muntah setelah menyantap menu MBG, bukan karena kekenyangan. Setidaknya delapan anak dilaporkan muntah sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (17/9/2025).
Penguatan dugaan itu diperoleh ketika polisi mengunjungi rumah salah satu wali murid bernama Zaini. Dari penuturan yang ada, siswa mengalami muntah tiba-tiba usai makan, sehingga kecil kemungkinan disebabkan karena terlalu kenyang.
Selain itu, kata Heri, pihak sekolah sempat memberi keterangan berbeda terkait jumlah siswa yang terdampak. Kejanggalan makin menguat ketika polisi mendatangi pihak penyedia makanan SPPG dan ahli gizi, namun sampel makanan yang seharusnya disimpan dua hari ternyata sudah tidak tersedia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























