“Rekor MURI ini bukan hanya seremoni semata, tetapi menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun pendidikan yang unggul, berkarakter, dan inklusif,” ujar Kholilurrahman dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, dan pihak terkait yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi besar itu menunjukkan bahwa semangat pendidikan di Pamekasan terus tumbuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan senam kolosal yang dinilai mampu membangun budaya hidup sehat di kalangan pelajar.
“Anak-anak kita harus sehat melalui olahraga. Kami mendukung Kabupaten Pamekasan sebagai kota pendidikan,” kata Abdul Mu’ti di hadapan peserta Hardiknas.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar pelajar Indonesia.
Ia menyebut, pesan moral yang dibacakan saat upacara bukan sekadar formalitas, melainkan amanat yang harus diterapkan dalam sistem pendidikan di seluruh daerah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
Peringatan Hardiknas 2026 di Pamekasan pun menjadi salah satu agenda pendidikan terbesar di Jawa Timur tahun ini. Selain pemecahan rekor MURI, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kekompakan ribuan pelajar dalam mendukung gerakan pendidikan sehat dan aktif di lingkungan sekolah. (*)
Halaman : 1 2

























