Afwan menegaskan, PPRI tidak hanya hadir untuk memperkuat hubungan dengan regulator, tetapi juga berkomitmen membantu petani tembakau.
“Inti dari berkembangnya rokok itu jasa petani. Maka kami prioritaskan tembakau petani supaya bisa diserap anggota PPRI. Kalau harga stabil, kesejahteraan petani meningkat, masyarakat ikut sejahtera, dan usaha lain juga akan terdorong,” ujarnya.
Saat ini, menurut Afwan, sudah ada lebih dari 50 pengusaha yang bergabung dengan PPRI, mayoritas berasal dari Madura, disusul pengusaha dari Jawa Tengah, Aceh, dan Bogor. Sementara di Pamekasan sendiri, baru sekitar belasan pengusaha yang terhimpun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ke depan, PPRI akan fokus menghimpun lebih banyak anggota, memperkuat kemitraan dengan Bea Cukai, serta memperjuangkan stabilitas harga tembakau di daerah. (*)
Halaman : 1 2

























