Lima Hari Bertarung dengan Laut dan Hiu, Nelayan Sumenep Akhirnya Diselamatkan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Rifa’i, nelayan Sumenep yang diserang hiu dan hilang lima hari di laut, saat dievakuasi oleh tim SAR di Pulau Sepanjang.

Abdul Rifa’i, nelayan Sumenep yang diserang hiu dan hilang lima hari di laut, saat dievakuasi oleh tim SAR di Pulau Sepanjang.

Mendapat laporan hilangnya korban, tim gabungan dari Basarnas, Polairud, KSOP, dan nelayan setempat segera melakukan pencarian besar-besaran.

Kapal KN SAR Permadi bahkan dikerahkan dari Tanjung Perak Surabaya untuk menyisir kawasan laut timur Jawa Timur yang berjarak ratusan kilometer.

BACA JUGA :  Polres Pamekasan Tahan Oknum Guru Ngaji, Diduga Perkosa Dua Anak di Bawah Umur Selama Bertahun-tahun

Selama lima hari pencarian, tim melakukan patroli laut intensif dan menyebarkan informasi kepada kapal nelayan yang melintas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil saat warga Pulau Sepanjang menemukan Abdul dalam kondisi lemah namun sadar.

BACA JUGA :  Dugaan Skandal KIP di STAI Al Mujtama Pamekasan: Mahasiswa hanya Terima Rp750 Ribu dari Rp6,6 Juta, Buku Rekening Terindikasi Ditahan Oknum Dosen

Setelah dipastikan stabil, korban kemudian dipulangkan ke Pulau Sakala menggunakan perahu nelayan setempat dan diserahkan kepada keluarganya.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengapresiasi kerja keras tim di lapangan serta solidaritas warga dalam proses pencarian.

BACA JUGA :  Mengurai Dampak Inflasi Global: Tantangan Ekonomi dan Strategi Menghadapinya

“Pulau Sakala adalah wilayah paling timur Jawa Timur, cukup jauh dan terpencil. Tapi Basarnas berkomitmen hadir di mana pun ada keadaan darurat. Kami siap bergerak kapan pun,”tegas Nanang. (*)

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perempuan 21 Tahun Diduga Tipu Motor Anak SMP, Diamankan Polisi dalam 24 Jam
Babinsa Larangan Kawal Monev APBDes 2026, Dorong Transparansi dan Tepat Sasaran
Polres Pamekasan Tahan Oknum Guru Ngaji, Diduga Perkosa Dua Anak di Bawah Umur Selama Bertahun-tahun
Dugaan Skandal KIP di STAI Al Mujtama Pamekasan: Mahasiswa hanya Terima Rp750 Ribu dari Rp6,6 Juta, Buku Rekening Terindikasi Ditahan Oknum Dosen
Babinsa Proppo Turun ke Sawah, Dampingi Petani Hadapi Penurunan Hasil Panen
Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:28 WIB

Perempuan 21 Tahun Diduga Tipu Motor Anak SMP, Diamankan Polisi dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 10:29 WIB

Babinsa Larangan Kawal Monev APBDes 2026, Dorong Transparansi dan Tepat Sasaran

Rabu, 22 April 2026 - 17:16 WIB

Polres Pamekasan Tahan Oknum Guru Ngaji, Diduga Perkosa Dua Anak di Bawah Umur Selama Bertahun-tahun

Rabu, 22 April 2026 - 11:48 WIB

Dugaan Skandal KIP di STAI Al Mujtama Pamekasan: Mahasiswa hanya Terima Rp750 Ribu dari Rp6,6 Juta, Buku Rekening Terindikasi Ditahan Oknum Dosen

Sabtu, 18 April 2026 - 11:29 WIB

Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani

Berita Terbaru