Sementara itu saat dikonfirmasi awak media, H. Sukrianto menyatakan tidak mengetahui adanya sponsor rokok dalam kegiatan tersebut.
“Saya terus terang kondisi badan saya sedang sakit dan kami betul-betul tidak tahu terkait adanya sponsor produk rokok di acara ASIAFI. Mungkin langsung tanyakan ke Ketua ASIAFI terkait dengan pertanyaan tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Ketua ASIAFI, Fefen, hingga berita ini ditayangkan tidak membuahkan hasil. Yang bersangkutan memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi, memperkuat kesan adanya pengabaian terhadap kritik publik dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Kasus ini menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga rekreasi di Pamekasan dan Madura secara umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin aturan hanya menjadi tulisan mati, sementara praktik pencatutan sponsor rokok terus berlangsung dengan dalih kegiatan masyarakat.
Halaman : 1 2

























