Dituding Menu MBG Apek, SPPG Pakong Tegaskan Produksi Sesuai Standar dan Anggaran

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dapur SPPG Pratama Pakong, Mufti Ali Abrori

Kepala Dapur SPPG Pratama Pakong, Mufti Ali Abrori

PAMEKASAN, JATIMZONE – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong di bawah naungan Yayasan Fatimah Maju Bersama memberikan klarifikasi resmi atas keluhan sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa roti yang dibagikan diduga tidak layak konsumsi karena berbau kurang sedap.

Kepala Dapur SPPG Pratama Pakong, Mufti Ali Abrori menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pihak dapur sangat menghargai setiap masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi ke depan.

“Pertama, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat yang berada di bawah naungan SPPG Pamekasan Pakong atas kegaduhan yang terjadi,” ujarnya.

Mufti menjelaskan, menu yang sempat viral tersebut merupakan menu porsi kecil yang diperuntukkan untuk rapel dua hari dengan anggaran Rp8.000 per porsi. Adapun rincian menunya, pada hari pertama terdiri dari bakpao, susu UHT full cream, buah jeruk, dan kurma. Sementara pada hari kedua terdiri dari roti panggang, susu UHT full cream, buah jeruk, dan kurma.

Sedangkan untuk menu porsi besar dengan anggaran Rp10.000 per porsi, menu hari pertama terdiri dari bakpao, susu UHT full cream, telur rebus, dan buah jeruk. Menu hari kedua terdiri dari roti panggang, susu UHT full cream, telur rebus, dan buah jeruk.

Ia juga menegaskan bahwa roti panggang dan bakpao yang didistribusikan merupakan olahan dapur SPPG sendiri, bukan produk pabrikan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dari pusat yang melarang penggunaan produk Ultra Processed Food (UPF) dalam program MBG.

BACA JUGA :  Gurihnya Micin: Ahli Gizi Peringatkan Bahaya Konsumsi Berlebihan dan Implikasinya pada Kesehatan

“Roti dan bakpao kami produksi sendiri di dapur karena aturan pusat memang melarang penggunaan produk UPF atau pabrikan,” tuturnya.

Terkait foto menu yang beredar luas di media sosial, Mufti menyebut sebagian dokumentasi tersebut tidak sesuai fakta. Ia memastikan bahwa pada saat pendistribusian MBG, setiap paket telah dilengkapi susu sesuai dengan standar menu yang ditetapkan.

“Kami melihat ada foto yang viral itu susunya sudah tidak ada. Faktanya, pendistribusian paket MBG tadi pagi lengkap dengan susu di setiap porsi,” jelasnya.

Mufti membantah atas dugaan bau apek pada roti dan bakpao. Sebab menurutnya, seluruh proses produksi dilakukan sesuai prosedur ketat. Proses memasak dimulai sejak pukul 00.00 WIB, kemudian dilakukan pendinginan mulai pukul 02.00 WIB untuk memastikan makanan tidak cepat basi.

BACA JUGA :  PLN UP3 Madura Khitankan 100 Anak Dhuafa dalam Rangka Menyambut Hari Pahlawan 2025

“Kami sudah konfirmasi ke semua penanggung jawab, tidak ada yang apek. Menu kami dipastikan dalam kondisi dingin sebelum pemorsian untuk menghindari basi dan bau tidak sedap,” katanya.

Menurutnya, kemungkinan kerusakan menu terjadi setelah makanan sampai di sekolah. Ia menduga makanan diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung sehingga memengaruhi kualitas roti dan bakpao.

“Kami menduga kemungkinan makanan diletakkan di tempat yang terkena panas matahari oleh pihak sekolah, sehingga menyebabkan roti panggang dan bakpao menjadi rusak,” ujarnya. (Daz)

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung
Tak Sekadar Bergizi, MBG Pakamban Laok Hadirkan Kebahagiaan di Sekolah
Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas
Senam Sehat Berselimut Asap: ASIAFI Gelar Aerobik Competition Madura 2026 Diduga Langgar Larangan Sponsor Rokok
PLN UP3 Madura Khitankan 100 Anak Dhuafa dalam Rangka Menyambut Hari Pahlawan 2025
SPPG Biequeen Nyalabu Daya Perketat Kualitas Gizi Menu MBG, Pastikan Aman dan Higienis
Ribuan Warga Pamekasan Kehilangan Akses BPJS Kesehatan, 50 Ribu Kepesertaan Diputus
Menghilangkan Efek Nikotin: Panduan Lengkap Detox Tubuh dan Pemulihan Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:35 WIB

Dituding Menu MBG Apek, SPPG Pakong Tegaskan Produksi Sesuai Standar dan Anggaran

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:55 WIB

Tak Sekadar Bergizi, MBG Pakamban Laok Hadirkan Kebahagiaan di Sekolah

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:56 WIB

Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:18 WIB

Senam Sehat Berselimut Asap: ASIAFI Gelar Aerobik Competition Madura 2026 Diduga Langgar Larangan Sponsor Rokok

Berita Terbaru