Sejarah yang Terlupakan: Malaysia Hampir Jadi Indonesia

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Malaysia Hampir Jadi Indonesia.

Ilustrasi: Malaysia Hampir Jadi Indonesia.

JATIM ZONE – Hubungan Indonesia dan Malaysia kerap disebut sebagai bangsa serumpun. Hal ini tidak hanya karena kesamaan bahasa dan budaya, tetapi juga karena catatan sejarah yang cukup unik: pernah ada gagasan agar Malaya (sebelum menjadi Malaysia) bergabung dengan Republik Indonesia.

Lalu, apakah benar Malaysia pernah ingin menyatu dengan Indonesia? Berikut penjelasan lengkapnya.


Latar Belakang: Rumpun Melayu yang Sama

Sebelum masa kolonial, wilayah Nusantara dan Semenanjung Malaya berada di bawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya, Majapahit, dan kemudian Kesultanan Johor-Riau-Lingga. Hubungan budaya, perdagangan, dan kekerabatan membuat wilayah Indonesia dan Malaya memiliki akar sejarah yang sama.

Dari sinilah muncul gagasan di awal abad ke-20 tentang persatuan bangsa-bangsa Melayu di Asia Tenggara.


Gagasan “Melayu Raya” atau “Indonesia Raya”

Pada 1920–1930-an, tokoh-tokoh nasionalis mulai menggagas persatuan bangsa Melayu dalam sebuah negara besar. Di Indonesia, Soekarno dan tokoh pergerakan mengusung semangat Indonesia Raya. Sementara di Malaya, muncul tokoh Ibrahim Yaacob, pemimpin organisasi Kesatuan Melayu Muda (KMM), yang sangat dipengaruhi gagasan tersebut.

BACA JUGA :  KITMAS Resmi Dikukuhkan, Langkah Strategis Sejahterakan Petani Tembakau

Ibrahim Yaacob percaya bahwa Malaya tidak boleh kembali ke tangan Inggris setelah Jepang kalah, melainkan harus bergabung dengan Republik Indonesia.


Tahun 1945: Malaya Hampir Bergabung dengan Indonesia

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Ibrahim Yaacob dan KMM menyatakan dukungan penuh. Mereka berharap Malaya bisa ikut dalam Republik Indonesia yang baru berdiri.

BACA JUGA :  Thom Haye: Menjelajah Pasar Transfer Bebas, Antara Harapan 'Balik Kandang' dan Realita Ketidakpastian

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korwil BGN Pamekasan Bantah Dugaan Suap hingga Pungli, Bukti Diserahkan ke Polisi
Didampingi Wakareg Jawa Timur, Korwil BGN Pamekasan Serahkan Bukti kepada Penyidik
Momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0826/Pamekasan Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Famas-Mahardika Lanjut Demo Bea Cukai RI dan KPK Soal Dugaan TPPU PR Subur Jaya
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang
Permudah Warga di Bulan Ramadhan, Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:49 WIB

Didampingi Wakareg Jawa Timur, Korwil BGN Pamekasan Serahkan Bukti kepada Penyidik

Senin, 1 Juni 2026 - 10:29 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0826/Pamekasan Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Kamis, 30 April 2026 - 16:56 WIB

Famas-Mahardika Lanjut Demo Bea Cukai RI dan KPK Soal Dugaan TPPU PR Subur Jaya

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau

Berita Terbaru