Gurihnya Micin: Ahli Gizi Peringatkan Bahaya Konsumsi Berlebihan dan Implikasinya pada Kesehatan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumsi makanan tinggi MSG dapat memicu peningkataafsu makan, membuat seseorang cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Ini berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan hipertensi.

Selain itu, makanan yang mengandung MSG tinggi seringkali juga memiliki kadar natrium (garam) yang sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asupaatrium berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama penyakit jantung dan stroke.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa sebagian besar asupan garam harian mereka berasal dari makanan olahan, dan MSG seringkali turut berkontribusi pada total natrium tersebut. Meskipun MSG mengandung natrium lebih sedikit dibandingkan garam dapur, jumlahnya bisa signifikan jika dikonsumsi dalam porsi besar,” tambah Prof. Budi Santoso, seorang pakar teknologi pangan.

BACA JUGA :  20 Siswa Diduga Keracunan, Aktivis Desak Dapur Katering MBG di Pamekasan Ditutup

Beberapa penelitian pada hewan juga mengindikasikan kemungkinan efek neurotoksik dari MSG dalam dosis yang sangat tinggi, meskipun hasil ini belum dapat sepenuhnya digeneralisasikan pada manusia dengan konsumsi normal.

Namun, hal ini tetap menjadi area penelitian yang terus berkembang, mendorong para ahli untuk selalu menyarankan pendekatan konservatif dalam asupan.

Tips Mengelola Asupan MSG dan Menjaga Kesehatan

Untuk meminimalkan risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi MSG berlebihan dan pola makan tidak sehat, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan oleh konsumen:

  • Baca Label Nutrisi dengan Cermat: Perhatikan daftar bahan dan kandungaatrium pada kemasan makanan. MSG biasanya terdaftar sebagai Monosodium Glutamat, tetapi bisa juga tersembunyi dengaama lain seperti proteiabati terhidrolisis, ekstrak ragi, atau autolyzed yeast extract.
  • Batasi Makanan Olahan dan Cepat Saji: Prioritaskan makanan segar yang diolah sendiri di rumah. Ini memungkinkan Anda mengontrol jumlah penyedap dan bumbu yang digunakan.
  • Perkaya Rasa dengan Bahan Alami: Gunakan rempah-rempah alami, bumbu dapur, bawang-bawangan, tomat, jamur, atau kaldu tulang untuk memperkaya rasa masakan tanpa perlu tambahan MSG.
  • Diversifikasi Pola Makan: Konsumsi berbagai jenis makanan dari kelompok makanan yang berbeda, termasuk biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak.
  • Masak Sendiri: Memasak di rumah memberikan kontrol penuh atas bahan-bahan yang masuk ke dalam tubuh Anda, termasuk jumlah MSG dan garam.
BACA JUGA :  Manfaat Berjemur di Pagi Hari: Sumber Energi Alami untuk Kesehatan Optimal

Edukasi masyarakat tentang pentingnya diet seimbang dan bahaya konsumsi berlebihan, bukan hanya pada MSG tetapi pada seluruh komponen makanan olahan, menjadi kunci untuk menciptakan gaya hidup yang lebih sehat. Pemerintah dan industri makanan juga memiliki peran penting dalam menyediakan pilihan produk yang lebih sehat dan memberikan informasi gizi yang transparan kepada konsumen.

BACA JUGA :  Tomat: Superfood Merah Kaya Manfaat untuk Kesehatan Optimal

Masa Depan Regulasi Pangan dan Kesadaran Konsumen

Perdebatan seputar MSG kemungkinan akan terus berlanjut. Namun, satu hal yang pasti adalah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap apa yang mereka makan.

Dorongan untuk “bersih” dari bahan tambahan pangan sintetik dan kembali ke makanan alami semakin menguat. Regulasi pangan di berbagai negara juga semakin ketat dalam memastikan keamanan produk serta transparansi informasi gizi.

Masa depan industri makanan mungkin akan melihat pergeseran menuju penggunaan penyedap alami atau mengurangi ketergantungan pada MSG, seiring dengan tuntutan konsumen akan pilihan yang lebih sehat dan aman.

Pada akhirnya, kunci dari pola makan yang sehat adalah moderasi dan keseimbangan. Micin, seperti bahan tambahan pangan laiya, dapat menjadi bagian dari diet sehat jika dikonsumsi dengan bijak dan tidak menggantikan kebutuhan akautrisi esensial dari makanan alami.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituding Menu MBG Apek, SPPG Pakong Tegaskan Produksi Sesuai Standar dan Anggaran
PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung
Tak Sekadar Bergizi, MBG Pakamban Laok Hadirkan Kebahagiaan di Sekolah
Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas
Senam Sehat Berselimut Asap: ASIAFI Gelar Aerobik Competition Madura 2026 Diduga Langgar Larangan Sponsor Rokok
PLN UP3 Madura Khitankan 100 Anak Dhuafa dalam Rangka Menyambut Hari Pahlawan 2025
SPPG Biequeen Nyalabu Daya Perketat Kualitas Gizi Menu MBG, Pastikan Aman dan Higienis
Ribuan Warga Pamekasan Kehilangan Akses BPJS Kesehatan, 50 Ribu Kepesertaan Diputus

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:35 WIB

Dituding Menu MBG Apek, SPPG Pakong Tegaskan Produksi Sesuai Standar dan Anggaran

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:55 WIB

Tak Sekadar Bergizi, MBG Pakamban Laok Hadirkan Kebahagiaan di Sekolah

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:56 WIB

Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:18 WIB

Senam Sehat Berselimut Asap: ASIAFI Gelar Aerobik Competition Madura 2026 Diduga Langgar Larangan Sponsor Rokok

Berita Terbaru