Syafiudin menilai penangkapan itu terkesan direkayasa. Ia menduga dua orang rekan IF yang berada di lokasi adalah oknum aparat.
“Saya curiga, dua orang teman IF itu polisi. Kenapa cuma adik saya yang ditangkap, sementara dalangnya bebas? Ini tidak adil,” tegas mantan aktivis PMII tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan membenarkan penangkapan terhadap S. Ia menyebut S telah diserahkan ke Bea Cukai Madura untuk proses hukum lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, S sudah kami tangkap dan dilimpahkan ke Bea Cukai Madura. Selanjutnya menjadi kewenangan Bea Cukai,” kata AKP Doni.
Saat disinggung soal keterlibatan IF, Doni mengaku belum memperoleh informasi mendalam.
“Kami belum tahu IF itu siapa, tapi akan kami dalami,” ujarnya singkat.
Kasus ini kini menuai banyak pertanyaan di masyarakat. Publik mendesak aparat penegak hukum agar transparan dan mengusut tuntas siapa dalang utama dalam kasus pita cukai palsu tersebut, termasuk status IF yang masih misterius. (*)
Halaman : 1 2

























