E Akui Tersulut Emosi
Saat dikonfirmasi media, E mengakui bahwa dirinya memang menulis status tersebut karena tersulut emosi.
“Saya akui saya tersulut amarah karena yang bersangkutan dulunya pelanggan salon saya. Ceritanya waktu saya home service di rumahnya, tanpa sengaja saya lihat status Klebun Bettet menerima penghargaan di Desa Teja Barat. Dia sempat bercanda bilang: ‘Jangan-jangan suamimu Klebun Bettet ya?’ saya anggap itu kepo banget,” jelas E.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
E menuturkan bahwa sejak saat itu muncul kesalahpahaman. Ia bahkan mengaku sempat ditegur oleh Kepala Desa Bettet akibat isu yang berkembang bahwa dirinya adalah istri salah satu kepala desa di Pamekasan.
“Saya sebenarnya sudah klarifikasi ke pihak istri Klebun Bettet agar tidak merembet ke mana-mana. Tapi saya curiga yang bersangkutan (M) yang mengadu, makanya saya emosi saat dia bikin status dari rumah sakit. Saya pikir dia sedang kena karmanya,” lanjutnya.
Terkait permintaan M agar membuat video klarifikasi bersama suaminya, E menolak.
“Ini murni kesalahan saya, bukan suami saya. Saya siap klarifikasi pribadi, tapi tidak melibatkan suami. Yang menulis status itu saya, bukan dia,” tegasnya.
Respons Kades Bettet
Sementara itu, Kepala Desa Bettet, H. Mawar, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa dirinya sempat menanyakan langsung kepada E terkait isu yang beredar.
“Saya cuma tanya karena ada kabar kalau salah satu istri kades punya usaha salon. Saya pastikan dulu ke orangnya, dan ternyata memang tidak benar seperti yang diisukan,” ujarnya.
Menuju Ranah Hukum
Kasus ini kini ramai diperbincangkan masyarakat Pamekasan. Pihak M disebut tengah menyiapkan langkah hukum dengan melapor ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.
Di sisi lain, publik masih bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok kepala desa yang disebut-sebut menjadi suami E dalam isu yang beredar tersebut. (*)
Halaman : 1 2

























