Ia juga menekankan bahwa membiarkan peredaran rokok ilegal sama saja dengan merugikan tenaga kerja lokal yang bekerja di pabrik rokok legal.
Sebab, industri resmi yang taat pajak akan kalah bersaing di pasaran dengan produk ilegal yang jauh lebih murah.
“Kalau ini tidak segera ditindak, yang dirugikan bukan hanya negara tapi juga masyarakat luas. Pekerja pabrik legal bisa kehilangan mata pencaharian karena produk ilegal menguasai pasar,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hidayatullah berharap aparat hukum tidak ragu dalam menindak para mafia rokok ilegal yang kerap beroperasi di balik layar.
Menurutnya, pemberantasan harus menyentuh sampai ke level produsen besar, bukan hanya pengecer atau pengedar di lapangan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai dan aparat kepolisian Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pabrik produksi Premium Bold tersebut.
Namun, masyarakat mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara tegas demi menjaga wibawa negara dan keberlangsungan ekonomi daerah.
Halaman : 1 2

























