Sebelumnya, upaya damai sempat ditempuh. D bahkan mendatangi keluarga Y agar penyelesaian bisa dilakukan secara kekeluargaan.
Namun karena tidak ada titik temu, laporan resmi akhirnya dilayangkan ke kepolisian.
“Kami sudah cukup sabar. Tapi karena reputasi keluarga ikut tercoreng, langkah hukum menjadi pilihan terakhir,” ujar Dilah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video peristiwa di Mie Gacoan itu sendiri lebih dulu viral di media sosial. Dalam rekaman, Z tampak dua kali menjambak rambut D dan memukul dengan tas, sambil mengaku sedang hamil anak Y.
Aksi tersebut memicu pro dan kontra warganet. Sebagian membela Z, namun tak sedikit pula yang menilai tindakannya sebagai bentuk main hakim sendiri yang keterlaluan.
Kini, kasus ini resmi bergulir di jalur hukum. D berharap proses penyidikan mampu mengungkap kebenaran sekaligus memulihkan harga dirinya.
“Saya bukan pelakor. Saya hanya ingin nama baik saya kembali, dan pelaku dihukum setimpal,” tegas D. (*)
Halaman : 1 2

























