Niat Sehat Berujung Resah, Makanan MBG di Waru Ditemukan Berulat

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap layar, menu MBG untuk siswa di Waru Pamekasan banyak ulat dan bau tak enak

Tangkap layar, menu MBG untuk siswa di Waru Pamekasan banyak ulat dan bau tak enak

PAMEKASAN, JATIMZONE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar justru menuai sorotan di Kecamatan Waru. Makanan yang dibagikan kepada siswa di Yayasan Alhumaira Sejahtera dilaporkan ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi, Kamis (23/4/2026).

Sorotan muncul setelah menu ikan bakar yang diterima siswa diketahui mengandung ulat dan mengeluarkan bau tidak sedap. Temuan tersebut pertama kali disampaikan oleh salah satu wali murid yang merasa khawatir terhadap kualitas dan keamanan makanan dalam program prioritas nasional tersebut.

BACA JUGA :  Polda Jatim Gelar Kick Off Gerakan Pangan Murah, Salurkan Lebih dari 825 Ton Beras

Menurut pengakuan wali murid yang enggan disebutkan namanya, kondisi ikan bakar tersebut sangat memprihatinkan dan tidak selayaknya dikonsumsi anak-anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak ulat di dalam ikan. Baunya juga tidak enak. Ini sangat mengecewakan, karena program ini seharusnya menjamin makanan sehat dan aman,” ujarnya.

Ia menilai, kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Padahal, program ini menyasar anak-anak yang seharusnya mendapatkan asupan bergizi dan higienis.

BACA JUGA :  Antara Kebijakan Politik dan Relasi Agama

“Kami khawatir anak-anak yang sempat makan akan mengalami mual atau sakit perut. Program ini niatnya baik, tapi pelaksanaannya harus betul-betul diawasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua SPPG Yayasan Alhumaira Sejahtera Waru, Asiyah Handayanti, membenarkan bahwa makanan tersebut berasal dari dapur yang dikelola pihaknya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid dan pihak sekolah atas kejadian tersebut.

BACA JUGA :  Lima Hari Bertarung dengan Laut dan Hiu, Nelayan Sumenep Akhirnya Diselamatkan

“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Ini murni kesalahan dari dapur kami dan akan menjadi bahan evaluasi serius,” ucapnya.

Asiyah menjelaskan, sesuai ketentuan distribusi, makanan MBG seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB agar kualitas tetap terjaga. Namun, dalam praktiknya, makanan tersebut dibawa pulang oleh penerima manfaat.

“Dalam berita acara, makanan harus dikonsumsi sebelum jam 09.00. Karena dibawa pulang, kemungkinan terjadi penurunan kualitas,” pungkasnya. (Daz).

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perempuan 21 Tahun Diduga Tipu Motor Anak SMP, Diamankan Polisi dalam 24 Jam
Babinsa Larangan Kawal Monev APBDes 2026, Dorong Transparansi dan Tepat Sasaran
Polres Pamekasan Tahan Oknum Guru Ngaji, Diduga Perkosa Dua Anak di Bawah Umur Selama Bertahun-tahun
Dugaan Skandal KIP di STAI Al Mujtama Pamekasan: Mahasiswa hanya Terima Rp750 Ribu dari Rp6,6 Juta, Buku Rekening Terindikasi Ditahan Oknum Dosen
Babinsa Proppo Turun ke Sawah, Dampingi Petani Hadapi Penurunan Hasil Panen
Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 11:51 WIB

Niat Sehat Berujung Resah, Makanan MBG di Waru Ditemukan Berulat

Kamis, 23 April 2026 - 11:28 WIB

Perempuan 21 Tahun Diduga Tipu Motor Anak SMP, Diamankan Polisi dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 10:29 WIB

Babinsa Larangan Kawal Monev APBDes 2026, Dorong Transparansi dan Tepat Sasaran

Rabu, 22 April 2026 - 17:16 WIB

Polres Pamekasan Tahan Oknum Guru Ngaji, Diduga Perkosa Dua Anak di Bawah Umur Selama Bertahun-tahun

Rabu, 22 April 2026 - 11:48 WIB

Dugaan Skandal KIP di STAI Al Mujtama Pamekasan: Mahasiswa hanya Terima Rp750 Ribu dari Rp6,6 Juta, Buku Rekening Terindikasi Ditahan Oknum Dosen

Berita Terbaru