SAMPANG – Rencana penyelenggaraan konser musik yang menghadirkan Achmad Valen Akbar atau Valen DA7 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai keberatan hingga penolakan dari puluhan tokoh agama, ulama, dan habaib setempat. Selasa (03/02/2026).
Pasalnya, konser yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026 tersebut dinilai berpotensi merusak moral masyarakat karena digelar menjelang bulan suci Ramadan serta bertepatan dengan momentum Hari Valentine.
Penolakan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar pada Selasa (03/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan tokoh agama perwakilan se-Madura bersama kalangan ulama dan habaib Sampang menemui pimpinan serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sampang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam audiensi itu, DPRD juga menghadirkan pihak penyelenggara konser serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Disporabudpar dan Badan Kesbangpol.
Juru bicara ulama dan habaib Sampang, Habib Abdurrahman Al Khierid, menegaskan bahwa pihaknya menolak pelaksanaan konser tersebut karena dinilai akan menghadirkan percampuran bebas antara laki-laki dan perempuan.
“Kami menolak konser ini karena akan terjadi campur baur laki-laki dan perempuan. Selain itu, waktu pelaksanaannya sangat dekat dengan bulan Ramadan. Seharusnya menjelang Ramadan kita mempersiapkan diri dengan kegiatan yang positif. Memang ada manfaatnya, tetapi mudaratnya lebih besar,” ujarnya.
Ia juga menyinggung momentum Hari Valentine yang menurutnya kerap diidentikkan dengan perilaku remaja yang mengarah pada pergaulan bebas dan aktivitas yang kurang pantas.
“Kami sudah menawarkan solusi agar konsep acara diubah menjadi bershalawat. Kami tidak anti Valen, apalagi beliau orang Madura. Jika ingin menghadirkan Valen, silakan, tetapi ikuti masukan ulama, yakni membawakan lagu-lagu islami dan shalawat,” tegasnya.
Habib Abdurrahman menambahkan, kekhawatiran lain adalah jika konser tetap digelar dengan konsep joget-jogetan, hal tersebut bisa memicu tempat usaha seperti kafe-kafe di Sampang menggelar kegiatan serupa.
“Kami sudah mengingatkan kafe-kafe. Kami akan melakukan dakwah, hisbah, dan jihad. Dakwah ini bukan hanya sekarang, tapi sampai akhir hayat,” katanya.
Penulis : Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Jatim Zone
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























