Terkait konsep yang diajukan penyelenggara, ia menilai masih perlu dilakukan revisi dan pembahasan lebih lanjut secara internal. Pihaknya berharap audiensi tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak, baik ulama dan habaib maupun penyelenggara.
“Kami juga menyampaikan pesan dari MUI Sampang yang mengimbau agar tidak mengadakan kegiatan joget-jogetan, baik pada acara imtihan di madrasah maupun pesantren, terlebih lagi pada konser ini,” tuturnya.
Sementara itu, pihak penyelenggara konser, Zakaria, menyampaikan bahwa pada prinsipnya ulama dan habaib bukan menolak kehadiran Valen DA7 di Sampang, melainkan memberikan masukan agar kegiatan tidak melanggar norma agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ini bukan ditolak. Ulama dan habaib hanya memberikan masukan agar pelaksanaan acara tidak melanggar norma-norma agama,” ujarnya.
Zakaria juga menjelaskan, perihal tanggal pelaksanaan pada 14 Februari yang bertepatan momentum Valentine, bukan dari pihak penyelenggara yang menentukan. Akan tetapi dari pihak management Indosiar yang memberikan jadwal pada tanggal tersebut.
“Valen itu masih dibawah management Indosiar dan kita hanya menerima tanggal yang telah ditentukan oleh pihak management. Kebetulan Valen di Madura tampil di dua tempat siang di Sampang sedangkan malam di Bangkalan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa konser Valen DA7 tetap direncanakan berlangsung dengan mengakomodasi masukan dari ulama dan habaib.
“Masukan tersebut akan kami aplikasikan dalam acara, baik dari sisi kegiatan amal maupun pengaturan tempat. Intinya, kami berkomitmen tidak merusak norma-norma agama,” terangnya.
Terkait permintaan agar konser diisi dengan shalawatan, Zakaria mengaku masih akan mendiskusikannya dengan tim dan menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama ulama dan habaib Sampang.
“Soal tiket tetap aman karena yang tampil tetap Valen. Nantinya Valen juga akan membawakan lagu-lagu islami, mungkin satu atau dua lagu, mengingat acara ini mendekati bulan Ramadan. Semua masukan akan kami upayakan untuk dipenuhi, karena para ulama adalah guru dan panutan kami serta masyarakat Sampang,” pungkasnya.
Penulis : Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Jatim Zone
Halaman : 1 2

























