Rencana Konser Valen DA7 di Sampang Dipersoalkan Tokoh Agama

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Puluhan Ulama dan Habib saat Audiensi di DPRD Sampang Bersama Penyelengga Rencana Konser Valen DA7 (Sumber Foto: Jatim Zone)

Caption: Puluhan Ulama dan Habib saat Audiensi di DPRD Sampang Bersama Penyelengga Rencana Konser Valen DA7 (Sumber Foto: Jatim Zone)

SAMPANG – Rencana penyelenggaraan konser musik yang menghadirkan Achmad Valen Akbar atau Valen DA7 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai keberatan hingga penolakan dari puluhan tokoh agama, ulama, dan habaib setempat. Selasa (03/02/2026).

Pasalnya, konser yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026 tersebut dinilai berpotensi merusak moral masyarakat karena digelar menjelang bulan suci Ramadan serta bertepatan dengan momentum Hari Valentine.

Penolakan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar pada Selasa (03/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan tokoh agama perwakilan se-Madura bersama kalangan ulama dan habaib Sampang menemui pimpinan serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sampang.

Dalam audiensi itu, DPRD juga menghadirkan pihak penyelenggara konser serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Disporabudpar dan Badan Kesbangpol.

Juru bicara ulama dan habaib Sampang, Habib Abdurrahman Al Khierid, menegaskan bahwa pihaknya menolak pelaksanaan konser tersebut karena dinilai akan menghadirkan percampuran bebas antara laki-laki dan perempuan.

BACA JUGA :  Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam

“Kami menolak konser ini karena akan terjadi campur baur laki-laki dan perempuan. Selain itu, waktu pelaksanaannya sangat dekat dengan bulan Ramadan. Seharusnya menjelang Ramadan kita mempersiapkan diri dengan kegiatan yang positif. Memang ada manfaatnya, tetapi mudaratnya lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung momentum Hari Valentine yang menurutnya kerap diidentikkan dengan perilaku remaja yang mengarah pada pergaulan bebas dan aktivitas yang kurang pantas.

“Kami sudah menawarkan solusi agar konsep acara diubah menjadi bershalawat. Kami tidak anti Valen, apalagi beliau orang Madura. Jika ingin menghadirkan Valen, silakan, tetapi ikuti masukan ulama, yakni membawakan lagu-lagu islami dan shalawat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dua Siswa SD di Sampang Diare Usai Santap Nasi Goreng Program Makan Bergizi Gratis

Habib Abdurrahman menambahkan, kekhawatiran lain adalah jika konser tetap digelar dengan konsep joget-jogetan, hal tersebut bisa memicu tempat usaha seperti kafe-kafe di Sampang menggelar kegiatan serupa.

“Kami sudah mengingatkan kafe-kafe. Kami akan melakukan dakwah, hisbah, dan jihad. Dakwah ini bukan hanya sekarang, tapi sampai akhir hayat,” katanya.

Penulis : Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Jatim Zone

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Besar di Rutan Sampang, Petugas dan Warga Binaan Ikut Tes Urine di Hari Peringatan HBP ke-62
Nyalip Bus di Jalan Raya Tlanakan, Mobil XL7 Tabrak Motor Scoopy, Satu Orang Meninggal Dunia
Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam
Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras
Aktivis di Sampang Desak APH Turun Tangan, Proyek Rabat Beton Desa Mambulu Barat Diduga Sarat Korupsi
Perbaikan Jalan Dana Desa Rp198 Juta di Mambulu Barat Sampang Diduga Asal Jadi
Camat Tambelangan Sampang Soroti Proyek Rabat Beton di Mambulu Barat yang Cepat Rusak
Menimbulkan Kecurigaan, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp198 Juta di Mambulu Barat Sampang Tak Bertahan Lama

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Razia Besar di Rutan Sampang, Petugas dan Warga Binaan Ikut Tes Urine di Hari Peringatan HBP ke-62

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:37 WIB

Nyalip Bus di Jalan Raya Tlanakan, Mobil XL7 Tabrak Motor Scoopy, Satu Orang Meninggal Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 00:47 WIB

Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:02 WIB

Aktivis di Sampang Desak APH Turun Tangan, Proyek Rabat Beton Desa Mambulu Barat Diduga Sarat Korupsi

Berita Terbaru