PAMEKASAN, Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, secara serius dan berkelanjutan menggenjot program hilirisasi produk-produk unggulan daerah.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkailai tambah komoditas lokal, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan pada akhirnya, mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Fokus utama hilirisasi meliputi sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif seperti batik dan aneka olahan pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pj. Bupati Pamekasan, Masrukin, menjelaskan bahwa inisiatif hilirisasi ini merupakan bagian integral dari visi pembangunan daerah yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
“Kami tidak ingin Pamekasan hanya dikenal sebagai penyuplai bahan mentah. Hilirisasi adalah kunci fundamental untuk mentransformasi potensi besar sumber daya alam dan kreativitas masyarakat menjadi produk bernilai jual tinggi, yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Masrukin dalam sebuah kesempatan audiensi dengan pelaku UMKM di Pamekasan.
Fokus pada Nilai Tambah dan Inovasi
Program hilirisasi ini mencakup berbagai sektor dengan komoditas unggulan yang telah lama menjadi ikon Pamekasan.
Di sektor pertanian, tembakau yang selama ini menjadi komoditas primadona sedang didorong untuk dikembangkan menjadi produk turunan lain di luar rokok konvensional, seperti pengolahan ekstrak atau produk lain yang memiliki nilai farmasi atau kesehatan.
Demikian pula dengan garam, Pamekasan sebagai penghasil garam terbesar di Madura, didorong untuk mengolahnya menjadi garam industri, garam beryodium berkualitas tinggi, atau bahkan produk spa dan kecantikan berbahan dasar garam.
Selain itu, sektor perikanan juga tidak luput dari perhatian. Hasil tangkapan laut seperti ikan dan rumput laut yang melimpah, kini didorong untuk diolah menjadi produk makanan beku, kerupuk, abon, atau bahkan kosmetik.
“Diversifikasi produk dan inovasi adalah jantung dari hilirisasi. Kami mendorong UMKM untuk tidak takut berinovasi, mengembangkan resep baru, dan memanfaatkan teknologi dalam proses produksi,” tambah Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Pamekasan, Abd. Aziz.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























