“Orang Madura itu sportif. Apa yang ada di pikiran disampaikan dengan jujur. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan kita di perantauan,” ujar H. Her.
Semua rangkaian acara, mulai dari panggung, konsumsi, hingga ribuan gelas kopi yang disediakan, sepenuhnya dibiayai oleh H. Her. Produk kopi yang disajikan pun dibeli dari para perantau Madura sebagai bentuk dukungan ekonomi bagi sesama.
“Pak Wakapolda, saya titip saudara-saudara saya di sini. Orang Madura cinta tanah air, cinta bangsa, cinta Jakarta. Orang Madura siap menjaga Jakarta,” tegasnya di hadapan tamu undangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, di penghujung acara, H. Her secara spontan memilih 17 orang dari kalangan pedagang, mahasiswa, driver, dan pekerja rantau untuk menerima bantuan masing-masing Rp10 juta.
“Saya pilih yang raut wajahnya tampak sedih. Barangkali ada yang sedang kesulitan, punya hutang, atau masalah. Kita bantu sedikit,” tutur H. Her dengan nada haru.
Acara Maulid Nabi dan ngopi bareng ini menjadi malam penuh kehangatan dan solidaritas warga Madura di Jabodetabek. (*)
Halaman : 1 2

























