“Kami mendesak hasil uji laboratorium segera diumumkan agar publik mengetahui penyebab pasti keracunan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim medis masih melakukan observasi dan penelusuran penyebab pasti keracunan.
“Saat ini fokus utama adalah penanganan pasien. Detail terkait sekolah asal maupun teknis program MBG akan kami sampaikan setelah hasil investigasi keluar,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Tlanakan, Henny Setyowati, membenarkan adanya puluhan siswa yang mengalami gejala keracunan. Dari total 20 siswa, sembilan orang dirawat dengan infus, delapan menjalani observasi rawat jalan, dan tiga lainnya dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan.
Namun, Henny menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah sumber keracunan berasal dari katering MBG atau faktor lain. (*)
Halaman : 1 2

























