Fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik soal komitmen pemberantasan rokok ilegal di Madura. Jika benar lokasi produksi berada di Desa Akkor dan sudah berjalan lama, bagaimana mungkin aparat tidak mengetahui? Atau justru semua tahu, tetapi memilih diam?
Hasyim juga menilai pabrik rokok ilegal kerap berlindung di balik narasi pemberdayaan ekonomi lokal. Padahal faktanya, hanya pemodal yang diuntungkan, sementara negara kehilangan pendapatan dari pajak dan cukai.
Senada, Dayat, anggota YLBH Madura, mendesak Bea Cukai dan aparat kepolisian bertindak lebih serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau Bea Cukai tidak mampu memberantas, lebih baik diganti dengan yang lebih berani. Jangan sampai lembaga negara kehilangan kepercayaan publik,” ucapnya.
Dayat menegaskan praktik industri rokok ilegal bukan hanya pelanggaran administrasi, melainkan sudah menyentuh ranah pidana berat seperti pencucian uang dan penghindaran pajak.
LHGN dan YLBH Madura kini mendesak adanya investigasi terbuka untuk membongkar siapa sebenarnya aktor utama di balik bisnis Premium Bold. Mereka juga meminta aparat menyelidiki aliran dana, jaringan distribusi, hingga dugaan adanya beking dari oknum tertentu.
“Negara tidak boleh kalah oleh pengusaha nakal. Jangan biarkan mereka hidup mewah dari hasil merampok hak negara,” pungkas Dayat dengan nada geram. (“)
Halaman : 1 2

























