“Hal ini sudah terjadi dua kali. Jujur, ayah saya tidak paham sistem perbankan. ATM dibuat hanya karena butuh pinjaman, bukan untuk simpan uang atau transaksi lain,” lanjutnya.
Kasus serupa ternyata juga dialami oleh warganet lain dengan akun @BangEd. Dalam kolom komentar, ia mengaku ibunya yang membayar angsuran di BRI Teras Pakong juga mengalami hal yang sama.
“Kejadian yang sama dengan ibu saya. Bayar angsuran BRI di teras, ibu saya tidak pernah telat bayar selalu rutin tiap bulan. Eh ternyata ada dari pihak BRI datang ke rumah katanya sudah 2 bulan tidak bayar. Sudah diurus ke pihak BRI tapi tetap cabang Pakong, karena bayarnya di teras Pakong. Tetap tidak ada hasil, cuma bilang masih mau dicek tapi tidak ada perubahan, tetap nunggak 2 bulan. Kasus seperti ini harus segera ada penanganan dari pihak BRI pusat karena menurut saya ada permainan dari pihak karyawan,” tulis @BangEd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Unggahan dengan tagar #BRIRIP #Pamekasan tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet yang ikut prihatin dan mendesak agar pihak bank memberikan klarifikasi resmi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari pihak BRI terkait keluhan para nasabah tersebut.
Halaman : 1 2

























