Warga Tlanakan Laporkan Dugaan Pengrusakan Rumah ke Polres Pamekasan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, saat menunjukkan surat laporan polisi terkait dugaan kasus pengrusakan rumah di Mapolres Pamekasan, Rabu (11/9/2025).

Warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, saat menunjukkan surat laporan polisi terkait dugaan kasus pengrusakan rumah di Mapolres Pamekasan, Rabu (11/9/2025).

PAMEKASAN – Kasus dugaan tindak pidana pengrusakan kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan. Seorang warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, resmi melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polres Pamekasan.

Laporan tersebut teregister dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/34/IX/2025/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur, tertanggal 11 September 2025.

Pelapor diketahui bernama Faridatul Hasanah (63), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Dusun Asemmanis I, RT/RW 003/001, Desa Larangan Tokol, Tlanakan.

Dalam keterangannya, ia mengaku rumah miliknya dan rumah anaknya menjadi sasaran aksi pengrusakan yang dilakukan oleh sejumlah orang.

Kejadian itu terjadi pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, sekelompok orang yang disebut sebagai kawan lawan sengketa datang dan diduga melakukan tindakan merusak.

Sejumlah bagian rumah dan dapur yang berisi perabotan mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa perlengkapan rumah tangga seperti pulung, lingsir, serta barang-barang lain dilaporkan hancur.

BACA JUGA :  Kapolres Pamekasan Tegaskan Semangat Persatuan di Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80

“Awalnya saya dan anak saya berada di rumah. Tiba-tiba mereka datang dan langsung merusak. Barang-barang kami dihancurkan begitu saja. Saya sangat kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Faridatul Hasanah saat memberikan laporan.

Akibat insiden tersebut, korban memperkirakan mengalami kerugian materi mencapai Rp50 juta. Kerugian itu mencakup kerusakan bangunan serta perabot rumah tangga yang sudah tidak bisa digunakan kembali.

“Saya merasa terancam dan dirugikan. Rumah yang kami tempati bersama anak-anak sudah tidak aman lagi. Karena itu saya melapor ke pihak berwajib supaya ada perlindungan dan proses hukum yang jelas,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kasus Bullying Siswi SMPN 2 Pademawu Naik ke Penyidikan, Orang Tua Korban Tolak Damai

Faridatul Hasanah pun menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan kasus ini agar pelaku dapat diproses hukum.

“Saya hanya ingin keadilan. Jangan sampai ada lagi warga lain yang mengalami kejadian serupa. Hukum harus ditegakkan, dan pelaku harus dihukum biar jera,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Besar di Rutan Sampang, Petugas dan Warga Binaan Ikut Tes Urine di Hari Peringatan HBP ke-62
Nyalip Bus di Jalan Raya Tlanakan, Mobil XL7 Tabrak Motor Scoopy, Satu Orang Meninggal Dunia
Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam
Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras
Aktivis di Sampang Desak APH Turun Tangan, Proyek Rabat Beton Desa Mambulu Barat Diduga Sarat Korupsi
Perbaikan Jalan Dana Desa Rp198 Juta di Mambulu Barat Sampang Diduga Asal Jadi
Camat Tambelangan Sampang Soroti Proyek Rabat Beton di Mambulu Barat yang Cepat Rusak
Menimbulkan Kecurigaan, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp198 Juta di Mambulu Barat Sampang Tak Bertahan Lama

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Razia Besar di Rutan Sampang, Petugas dan Warga Binaan Ikut Tes Urine di Hari Peringatan HBP ke-62

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:37 WIB

Nyalip Bus di Jalan Raya Tlanakan, Mobil XL7 Tabrak Motor Scoopy, Satu Orang Meninggal Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 00:47 WIB

Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:02 WIB

Aktivis di Sampang Desak APH Turun Tangan, Proyek Rabat Beton Desa Mambulu Barat Diduga Sarat Korupsi

Berita Terbaru