JATIMZONE – Semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan umat Muslim Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah.
Data terbaru dari sejumlah lembaga amil zakat nasional mencatat adanya lonjakan penerimaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta partisipasi dalam ibadah kurban, yang secara langsung berkontribusi pada penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.
Fenomena ini bukan hanya mencerminkan peningkatan kesadaran spiritual, melainkan juga dampak positif terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pusat Zakat Nasional (PZN), salah satu lembaga amil zakat terkemuka di Indonesia, melaporkan adanya peningkatan penerimaan ZIS sebesar 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total dana terkumpul mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun hingga pekan pertama bulan Dzulhijjah.
Selain itu, partisipasi dalam program kurban juga menunjukkan tren positif, di mana sekitar 500.000 pekurban telah mendaftarkan diri melalui berbagai platform digital dan konvensional, menghasilkan perkiraan lebih dari 2.500 ton daging kurban yang akan didistribusikan kepada yang membutuhkan.
Direktur Eksekutif PZN, Dr. H. Ahmad Fauzi, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat.
“Peningkatan ini adalah indikasi nyata bahwa masyarakat Muslim semakin memahami urgensi dan fungsi zakat serta kurban sebagai instrumen ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat,” ujarnya saat ditemui di kantor PZN Jakarta.
“Dana ZIS yang terkumpul tidak hanya kami salurkan dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga kami optimalkan untuk program-program pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan UMKM, bantuan modal usaha, serta program pendidikan dan kesehatan. Kami meyakini, zakat memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian dari akar rumput.”
“Peningkatan ini adalah indikasi nyata bahwa masyarakat Muslim semakin memahami urgensi dan fungsi zakat serta kurban sebagai instrumen ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat.” Dr. H. Ahmad Fauzi, Direktur Eksekutif Pusat Zakat Nasional (PZN)
Dampak positif dari penyaluran zakat dan kurban ini telah dirasakan langsung oleh ribuan keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.
Ibu Siti Aisyah (45), seorang pelaku UMKM batik rumahan di Yogyakarta, adalah salah satu penerima manfaat.
Usahanya yang sempat terpuruk akibat pandemi kini mulai bangkit kembali setelah mendapatkan bantuan modal dari dana zakat.
“Bantuan ini bukan cuma uang, tapi juga semangat. Saya bisa beli bahan baku lagi, tambah produksi, dan sekarang batik saya mulai dikenal. Semoga berkah bagi para muzaki,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























