Probolinggo, Senin 11 Agustus 2025 – Kota Probolinggo hari ini merasakan dampak signifikan dari gelaran Festival Durian Probolinggo 2025 yang sukses besar.
Acara yang berakhir pada Minggu malam (10/8) ini berhasil mencatat omzet hingga miliaran rupiah, secara langsung mendongkrak perekonomian petani durian lokal, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Festival yang dipusatkan di Alun-alun Kota Probolinggo dan sentra-sentra durian di wilayah pegunungan ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebagai upaya strategis untuk mempromosikan komoditas unggulan daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat sektor pariwisata pasca-pandemi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data awal dari Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Probolinggo, Festival Durian Probolinggo 2025 mencatat total transaksi yang mencapai lebih dari Rp 5 miliar selama tiga hari penyelenggaraan.
Angka ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan dan menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat serta wisatawan terhadap durian lokal Probolinggo yang dikenal dengan cita rasa manis, legit, dan tekstur lembutnya.
“Kami sangat bersyukur atas kesuksesan festival tahun ini. Ini bukan hanya tentang angka omzet, tetapi juga tentang bagaimana festival ini mampu menghidupkan kembali semangat para petani, membuka pasar yang lebih luas bagi produk olahan durian, dan menjadikan Probolinggo sebagai destinasi agrowisata yang menarik,” ujar Bupati Probolinggo, Drs. H. Taufik Nurhadi, M.Si., saat ditemui di kantornya pada Senin pagi.
Bupati Taufik menambahkan bahwa festival ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah daerah untuk diversifikasi ekonomi dan penguatan sektor non-industri.
“Probolinggo memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata. Dengan event seperti ini, kita tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman dan keunikan budaya lokal,” tegasnya.
Keberhasilan festival ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan komoditas pertanian laiya di Probolinggo, mengingat kekayaan alam daerah yang sangat beragam.
Salah satu petani durian dari Desa Sumber, Bapak Karsidin (55), mengungkapkan kegembiraaya.
“Panen tahun ini memang cukup bagus, tapi yang paling membanggakan adalah harga jual durian kami jadi lebih stabil dan bahkan meningkat. Banyak pembeli langsung datang ke kebun saat festival. Penjualan kami meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa,” kata Karsidin dengan senyum lebar.
Ia berharap festival serupa dapat terus diadakan setiap tahun, karena sangat membantu petani kecil sepertinya untuk mendapatkan keuntungan yang layak.
Senada dengan Karsidin, Ibu Sri Wahyuni (40), seorang pelaku UMKM olahan durian yang memproduksi keripik durian dan lempok durian, juga merasakan dampak positifnya.
“Tiga hari kemarin, produk saya ludes terjual. Bahkan kami harus menambah produksi ekstra di malam hari untuk memenuhi permintaan besoknya. Ini kesempatan emas bagi UMKM seperti kami untuk memperkenalkan produk dan mendapatkan pelanggan baru,” jelas Sri yang telah menekuni usaha olahan durian sejak lima tahun terakhir.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























