Keesokan harinya, Selasa 15 Juli 2025, ANS mengajak DSF ke kelasnya. Sesampainya di kelas, DSF langsung dipukuli bertubi-tubi oleh PJ. Beruntung, aksi itu segera dilerai oleh teman korban berinisial KF.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar di dagu dan lengan, serta trauma psikologis.
Polisi dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, membenarkan laporan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, sudah ada laporan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat, Minggu (10/8/2025).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, H. Mohamad Alwi, S.Sos., M.Si, menyebut pihaknya sudah menangani kasus ini.
“Semoga ada penyelesaian yang baik karena keduanya masih muda,” katanya.
Ia juga menegaskan pihaknya akan melakukan mediasi, mengingat semua pihak yang terlibat masih di bawah umur. (*)
Halaman : 1 2

























