PAMEKASAN, – Video aksi perundungan (bullying) di SMP Negeri 2 Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, viral di berbagai grup WhatsApp.
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 58 detik tersebut, terlihat seorang siswi berseragam putih-dongker dipukuli berkali-kali oleh temannya yang berpostur lebih tinggi dan besar, di dekat pintu kelas saat jam istirahat tanpa kehadiran guru.
Korban mengaku menjadi sasaran penganiayaan karena dituduh akan memberhentikan pelaku dari klub voli sekolah. Ia juga mengaku sering mendapat ancaman serupa dari pelaku maupun teman pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“BK bilang masalah ini sudah selesai di sekolah, jadi tidak usah lapor ke orang tua. Sempat damai, tapi dia mengulanginya lagi dengan ancaman mau memukul. Ancamannya sampai empat kali. Saya laporkan lagi ke BK, tapi tidak memanggil orang tua pelaku, sehingga akhirnya saya beritahu orang tua saya,” ungkap korban dalam video tersebut.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Berdasarkan penelusuran, kasus ini telah dilaporkan ke Polres Pamekasan atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Laporan tersebut teregister dengan nomor STTLP/B/298/VII/2025/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur.
Pelapor berinisial DSF, sedangkan terlapor adalah dua siswi SMPN 2 Pademawu berinisial ANS dan PJ.
Kejadian bermula pada Senin, 14 Juli 2025, ketika DSF menerima pesan ancaman dari PJ yang menudingnya akan memberhentikan dari klub voli.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























