Hingga kini, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kebenaran video tersebut.
Dinas Pendidikan dan penyedia katering juga belum merespons pertanyaan media terkait dugaan makanan terkontaminasi.
Kemunculan video itu memicu banyak reaksi di media sosial. Warganet menyoroti soal kualitas dan kebersihan makanan, serta mendesak pemerintah melakukan investigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Dear Jatim, Ach. Faisol, ikut angkat bicara. Ia menilai kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini bukan sekadar soal makanan berulat. Kalau benar terjadi di sekolah, berarti ada masalah serius pada kontrol kualitas. Program yang seharusnya mulia jangan sampai berubah jadi proyek untung-untungan,” tegas Faisol. (*)
Halaman : 1 2

























