Rumah Burung Hantu Jadi Solusi Hama Tikus, Mahasiswa UTM Perkuat Pertanian Desa Moncek Tengah

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pemateri saat menyampaikan materi penguatan potensi lokal menuju Desa mandiri sejahtera di di Balai Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Senin (5/1/2026).

Dua pemateri saat menyampaikan materi penguatan potensi lokal menuju Desa mandiri sejahtera di di Balai Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Senin (5/1/2026).

SUMENEP, JATIMZONE – Kelompok pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan petani melalui pengendalian hama tikus secara alami menggunakan Rumah Burung Hantu serta inovasi Teknologi Tepat Guna berupa alat penabur pupuk. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (5/1/2026) di Balai Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri Sejahtera” dan ditujukan kepada kelompok tani setempat sebagai upaya meningkatkan hasil panen serta efisiensi kerja petani melalui pendekatan ramah lingkungan dan pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diaplikasikan.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa pengabdian masyarakat UTM Desa Moncek Tengah tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada sektor pertanian. Mengingat pertanian menjadi mata pencaharian utama warga Desa Moncek Tengah, permasalahan hama tikus dan tingginya beban kerja petani menjadi perhatian utama dalam perumusan program kerja mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa pengabdian masyarakat UTM memperkenalkan konsep Rumah Burung Hantu sebagai metode pengendalian hama tikus secara alami. Rumah Burung Hantu berfungsi sebagai tempat tinggal burung hantu yang dikenal sebagai predator alami tikus di lahan pertanian. Melalui pemanfaatan keseimbangan ekosistem, metode ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan.

BACA JUGA :  Bangkitkan Mesin Partai, DPC Hanura Pamekasan Resmi Susun 62 Pengurus Baru

Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga menampilkan contoh Rumah Burung Hantu yang dibuat secara langsung. Contoh tersebut diperlihatkan kepada kelompok tani sebagai acuan apabila masyarakat ingin membuat dan memasangnya secara mandiri di area persawahan. Proses pembuatan, bahan yang digunakan, serta tata cara penempatan Rumah Burung Hantu dijelaskan secara rinci agar mudah dipahami oleh peserta.

Untuk memperkuat materi, kegiatan sosialisasi ini menghadirkan pemateri dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lenteng, Eko Imam Suwandi, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Sumenep, Donny Nurhidayat. Kehadiran keduanya memberikan penguatan secara ilmiah dan teknis terkait efektivitas pengendalian hama tikus berbasis ekosistem.

BACA JUGA :  PLD di Batumarmar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Guru Bersertifikasi, Camat: Itu Bukan Bawahan Saya

Salah satu pemateri, Eko Imam Suwandi menyampaikan bahwa pengendalian hama berbasis ekosistem merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pertanian.

“Pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami tikus telah terbukti efektif di beberapa wilayah dan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh petani,” ujarnya.

Selain pengendalian hama, mahasiswa pengabdian masyarakat UTM juga memperkenalkan inovasi Teknologi Tepat Guna berupa alat penabur pupuk. Alat tersebut dibuat secara mandiri oleh mahasiswa menggunakan bahan sederhana berupa paralon. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi petani yang harus membungkuk saat menabur pupuk secara manual, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada bagian punggung dan pinggang.

Sosialisasi alat penabur pupuk ini disampaikan langsung oleh mahasiswa pengabdian masyarakat UTM, Faradila Arrahma, yang menjelaskan proses pembuatan, cara penggunaan, serta perawatan alat kepada kelompok tani. Alat tersebut dirancang agar petani dapat menabur pupuk sambil berdiri, sehingga lebih ergonomis dan efisien.

Faradila Arrahma berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi sederhana dengan dampak nyata bagi petani.

BACA JUGA :  Peringati HLN ke-80, YBM PLN UP3 Madura Salurkan Alat Bantu Gerak Bagi Warga Pamekasan

“Alat ini kami rancang menggunakan bahan yang mudah didapat dan biaya terjangkau, sehingga petani dapat membuatnya sendiri dan memanfaatkannya dalam aktivitas pertanian sehari-hari,” katanya.

Antusiasme kelompok tani Desa Moncek Tengah terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, baik terkait efektivitas Rumah Burung Hantu dalam mengendalikan hama tikus maupun terkait daya tahan dan kapasitas alat penabur pupuk. Diskusi interaktif tersebut menunjukkan tingginya minat petani terhadap inovasi yang ditawarkan.

Sekretaris Desa Moncek Tengah, M. Roziqi menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa pengabdian masyarakat UTM. Ia menilai kegiatan sosialisasi ini selaras dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam menghadapi permasalahan pertanian yang kerap terjadi.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, penyuluh pertanian, dan petani merupakan bentuk sinergi positif dalam mendorong kemajuan desa.

“Kami berharap inovasi yang diperkenalkan hari ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh petani di Desa Moncek Tengah,” ucapnya. (Daz)

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Video Menu MBG Diduga Berulat Beredar, SPPG Pamekasan Sampaikan Penjelasan dan Permintaan Maaf
Sygma Research: Polemik Menteri PU Harus Dijawab dengan Transparansi, Bukan Intimidasi
‎Dandim 0826/Pamekasan: Disiplin dan Integritas Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Tugas
‎Isyarat Garuda dari Wan Sehan Jadi Energi Baru, Ali Zainal Abidin Tegaskan Perjuangan Kemanusiaan Tak Boleh Padam
Kinerja Satreskrim Tuai Apresiasi, Kapolres Sampang Anugerahkan Penghargaan kepada Kasat Reskrim
Dari Gizi hingga Lapangan Kerja, Ribuan Warga Pamekasan Kawal Program MBG
Aksi Besar Dukung MBG Menggema, Ribuan Pekerja Minta Program Presiden Tidak Dijadikan Arena Kepentingan
Hari Bhayangkara ke-80, Dandim 0826/Pamekasan Tegaskan Soliditas TNI-Polri Kunci Stabilitas Keamanan Daerah

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

‎Video Menu MBG Diduga Berulat Beredar, SPPG Pamekasan Sampaikan Penjelasan dan Permintaan Maaf

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:48 WIB

Sygma Research: Polemik Menteri PU Harus Dijawab dengan Transparansi, Bukan Intimidasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:23 WIB

‎Dandim 0826/Pamekasan: Disiplin dan Integritas Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Tugas

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:36 WIB

‎Isyarat Garuda dari Wan Sehan Jadi Energi Baru, Ali Zainal Abidin Tegaskan Perjuangan Kemanusiaan Tak Boleh Padam

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:24 WIB

Kinerja Satreskrim Tuai Apresiasi, Kapolres Sampang Anugerahkan Penghargaan kepada Kasat Reskrim

Berita Terbaru